Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Meski demikian, keputusan pembelian kendaraan tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari harga hingga kesiapan ekosistem pendukung.
Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi per Rabu (10/6). Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Kenaikan harga juga dilakukan SPBU swasta BP-AKR. Harga BP 92 naik menjadi Rp 16.670 per liter dari sebelumnya Rp 12.390 per liter. Adapun BP Ultimate dibanderol Rp 17.240 per liter dari sebelumnya Rp 12.930 per liter.
Baca Juga: Harga BBM Melonjak, Jaecoo Optimistis Penjualan Kendaraan Listrik Kian Moncer
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan, prospek kendaraan listrik di Indonesia hingga akhir tahun ini masih cukup positif.
Menurut Frans, semakin banyak konsumen yang mempertimbangkan efisiensi biaya operasional, teknologi, kenyamanan berkendara, hingga dukungan ekosistem kendaraan listrik dalam menentukan pilihan kendaraan.
"Penyesuaian harga BBM dapat menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen semakin memperhitungkan biaya kepemilikan dan melihat EV sebagai pilihan mobilitas yang relevan," ujar Fransiscus kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan keputusan pembelian kendaraan tidak hanya ditentukan oleh harga BBM. Faktor kebutuhan mobilitas, harga kendaraan, value for money, kemudahan pengisian daya, layanan purna jual, hingga tingkat kepercayaan terhadap teknologi EV juga menjadi pertimbangan utama konsumen.
Fransiscus menuturkan, Hyundai berupaya menjaga pertumbuhan bisnis kendaraan listrik melalui berbagai lini produk yang telah dipasarkan di Indonesia, seperti Hyundai IONIQ 5, Hyundai IONIQ 6, dan Hyundai Kona Electric.
Selain itu, Hyundai juga terus memperkuat pengalaman kepemilikan kendaraan listrik melalui berbagai layanan pendukung, mulai dari fasilitas pengisian daya, aplikasi myHyundai, layanan mobile charging, hingga pengembangan produksi lokal dan rantai pasok baterai di dalam negeri.
Baca Juga: Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial
Menurut Fransiscus, percepatan adopsi kendaraan listrik ke depan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti daya beli masyarakat, dukungan regulasi pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta edukasi kepada konsumen.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Kolaborasi lintas pihak penting untuk membangun ekosistem EV yang lebih siap, merata, dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen," tutupnya.
Sebagai tambahan informasi, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan peningkatan pangsa pasar pada kuartal I-2026 di tengah kondisi pasar otomotif yang relatif stagnan.
Chief After Sales Officer HMID Nina Violenty mengungkapkan, pangsa pasar Hyundai naik dari 2,5% di awal tahun menjadi 2,8% per Maret 2026. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap produk Hyundai.
“Jadi itu menunjukkan animonya luar biasa. Pastinya kan memang itu juga di-drive dari kita punya Stargazer,” ujar Nina usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: PIK Dua (PANI) Lanjutkan Ekspansi PIK 2, Bangun Hotel Hilton Senilai Rp 800 Miliar
Dia menambahkan, momentum Ramadan dan Lebaran turut menjadi katalis penjualan, terutama untuk kebutuhan mudik. Permintaan terhadap model Hyundai meningkat signifikan pada periode tersebut.
Selain itu, kontribusi penjualan Hyundai masih ditopang oleh model andalan. Stargazer menyumbang sekitar 50% dari total penjualan, sementara kendaraan listrik (EV) berkontribusi sekitar 15%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













