kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.775   -48,00   -0,29%
  • IDX 8.202   -119,98   -1,44%
  • KOMPAS100 1.152   -17,74   -1,52%
  • LQ45 832   -10,67   -1,27%
  • ISSI 292   -5,08   -1,71%
  • IDX30 440   -5,86   -1,31%
  • IDXHIDIV20 529   -6,19   -1,16%
  • IDX80 128   -1,80   -1,38%
  • IDXV30 144   -1,68   -1,15%
  • IDXQ30 142   -1,89   -1,32%

Sudah Temui Mendes, Mendag Buka Suara Soal Kopdes Merah Putih vs Ritel Modern


Kamis, 26 Februari 2026 / 13:40 WIB
Sudah Temui Mendes, Mendag Buka Suara Soal Kopdes Merah Putih vs Ritel Modern
ILUSTRASI. Nilai Ekspor Indonesia ke Israel Tumbuh 36,24% pada 2025, Ini Respons Mendag (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku telah membicarakan soal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

"Sudah kemarin (bertemu Mendes)," kata Budi saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dari pertemuan tersebut, Budi meyakini Kopdes Merah Putih bertujuan untuk memberdayakan ekonomi di desa, dengan mempercepat distribusi kepada masyarakat desa.

Baca Juga: Industri Tembakau Minta Kajian Menyeluruh soal Batas Tar dan Nikotin

"Jadi, koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," ujarnya.

Alih-alih bersaing, menurut Budi, hal ini justru merupakan peluang untuk koperasi desa dapat berkolaborasi dengan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret dalam pendistribusian.

"Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," jelas dia.

Budi juga menyorot sejumlah kelebihan Kopdes Merah Putih. Ia menyebut koperasi dapat berfungsi sebagai minimarket di desa dengan variasi produk yang lebih banyak.

"Misalnya, KDMP itu kan banyak juga yang menjual alat-alat pertanian, pupuk, obat-obatan. KDMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik," katanya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan perizinan ritel modern yang diatur oleh pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat.

“Sesuai peraturan perundangan, kan perizinan untuk retail modern itu diserahkan kepada pemerintah daerah. Jadi sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)," ujarnya.

Dia menilai, dengan kewenangan tersebut, pemerintah daerah dapat menyesuaikan pengembangan koperasi desa secara. Ia berharap pemerintah daerah dapat secara bijak mengembangkan koperasi desa masing-masing.

“Karena koperasi desa kan milik desa, sehingga apa pun yang dihasilkan, untuk kemakmuran masyarakat desa atau pemerintah desa,” pungkas Budi.

Baca Juga: Astrindo (BIPI) Teken MoU Jual Beli Gas dengan Indogas Kriya

Selanjutnya: Promo Indomaret 28 Februari-4 Maret 2026, Sunlight & Giv Spesial Paling Murah

Menarik Dibaca: Promo Tiket Pelni Lebaran: Diskon 30% Bikin Mudik Hemat, Cek Syarat dan Ketentuannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×