kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.248   116,72   1,44%
  • KOMPAS100 1.165   19,02   1,66%
  • LQ45 837   7,62   0,92%
  • ISSI 294   5,82   2,02%
  • IDX30 434   2,86   0,66%
  • IDXHIDIV20 518   -0,52   -0,10%
  • IDX80 130   1,89   1,47%
  • IDXV30 142   0,90   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,09   -0,07%

Sukses Turunkan Utang 80%, Sriwijaya Air Buka Opsi Panggil Karyawan yang Dirumahkan


Rabu, 12 Juli 2023 / 19:11 WIB
Sukses Turunkan Utang 80%, Sriwijaya Air Buka Opsi Panggil Karyawan yang Dirumahkan
ILUSTRASI. Sejumlah penumpang menaiki pesawat yang akan membawa mereka menuju Jakarta di Bandara Silangit, Tapanuli, Sumatra Utara, Rabu (27/4). Sukses Turunkan Utang 80%, Sriwijaya Air Buka Opsi Panggil Karyawan yang Dirumahkan.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Sriwijaya Air mengklaim berhasil menurunkan utang hingga 80% dan membuka peluang memanggil kembali pegawai yang dirumahkan pada tahun 2021 silam.

Sebelumnya akibat pandemi, Sriwijaya Air memberikan opsi resign kepada karyawannya yang tertuang dalam memo internal bernomor 139/INT/SJNAM/V/2021.

Meski begitu, Sriwijaya Air menambahkan catatan bahwa mereka berkomitmen memanggil kembali karyawan jika operasional pesawat sudah meningkat.

Dua tahun berlalu, Noprian Fadli selaku Financial Advisor mengatakan langkah ini akhirnya berani diambil oleh Sriwijaya Air. Salah satu alasan kuatnya karena perusahaan penerbangan ini berhasil menurunkan utang hingga 80% pada 2023.

Baca Juga: Lolos dari Jeratan Pailit, Sriwijaya Air Siap-siap IPO

“Tahapan ini adalah titik nol bagi kami untuk membuka lembaran baru, karena utang berhasil turun 80%,” saat ditemui Kontan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (12/07/23).

Selain kesiapan untuk memanggil kembali karyawan yang dirumahkan, pihak Sriwijaya Air juga tengah mempersiapkan rencana IPO (Initial Public Offering) usai proses persidangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober 2022 berujung pada perdamaian.

Sebagai langkah awal, Noprian juga mengatakan Sriwijaya Air pertama-tama akan berfokus pada investor strategis.

“Jadi pertama-tama dana masuk dari investor strategis, untuk memperkuat dan menambah modal kerja. Ketika tahapan itu bekerja kalau mereka setuju IPO, maka kami setuju,” ungkapnya.

Baca Juga: Disahkan Majelis Hakim, PKPU Sriwijaya Air Akhirnya Berujung Damai

Dia menambahkan, persiapan IPO mungkin akan memakan waktu 3 sampai 4 tahun ke depan.

Kemudian terkait dana, dalam waktu 1-2 tahun ke depan untuk IPO, Sriwijaya Air kata dia akan menargetkan dana sebesar US$ 50 juta hingga US$ 100 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×