kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sumber Alfaria (AMRT) siapkan capex sekitar Rp 3 triliun tahun ini, untuk apa saja?


Selasa, 11 Februari 2020 / 16:10 WIB
Sumber Alfaria (AMRT) siapkan capex sekitar Rp 3 triliun tahun ini, untuk apa saja?
ILUSTRASI. Gerai Alfamart di Cinere, Kamis (29/9). KONTAN/Baihaki/29/9/2016

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyiapkan capex di kisaran angka Rp 3 triliun tahun 2020 ini.

Corporate Communication General Manager AMRT, Nur Rachman menyebutkan, dana capex sepenuhnya diambil dari kas internal dan akan dialokasikan untuk membangun gerai baru serta merenovasi gerai eksisting.

Baca Juga: Pabrik China stop produksi, Mega Perintis (ZONE) bakal penuhi bahan baku dari Bandung

"Dana sekitar Rp3 triliun ini akan dialokasikan untuk pembangunan toko baru juga perpanjangan toko-toko eksisting yang expired serta renovasi warehouse eksisting," jelasnya pada Kontan.co.id, Selasa (11/2).

Tahun ini, AMRT berencana membangun lagi 1.000 gerai baru, baik gerai reguler maupun franchise. Sementara itu, catatan Laporan Keuangan kuartal III 2019, AMRT memperlihatkan jumlah gerai yang dimiliki sudah mencapai 13.996 gerai.

Sebanyak 10.384 gerai dioperasikan secara mandiri, sedangkan sisanya 3.612 gerai, dikelola pihak ketiga.

Besaran capex AMRT tahun ini lebih besar Rp1 triliun dibandingkan tahun 2019 yakni sebesar Rp2 triliun. "Rencana pembangunan gerainya, pada tahun ini akan berkonsentrasi di luar wilayah Jabodetabek. Kami juga melihat potensi daerahnya," lanjut Nur Rachman.

Baca Juga: Sektor Ritel dalam Ancaman Daya Beli Masyarakat yang Melemah

Rachman juga masih menutup target pertumbuhan yang akan dicapai perseroan sebab masih digodok.

Menilik kinerja pemilik Alfamart, Alfamidi, dan Lawson ini, pada periode kuartal III 2019, pendapatan naik 9,08% dari Rp 49,60 triliun menjadi Rp 54,11 triliun. Laba yang diatribusi ke pemilik entitas induk juga melonjak tajam 94% menjadi Rp 650,23 miliar dari Rp 335,17 miliar.

Kontribusi pendapatan tertinggi masih ditempati penjualan makanan sebesar Rp 36,62 miliar, lalu penjualan non makanan Rp 17,47 miliar.

Baca Juga: Dukung penggunaan QRIS, BRI gencar masuk Ke sektor UMKM dan transportasi




TERBARU

Close [X]
×