kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

ESDM Setujui RKAB Batubara 390 Juta Ton dan Nikel 100 Juta Ton per 17 Maret 2026


Selasa, 17 Maret 2026 / 14:44 WIB
ESDM Setujui RKAB Batubara 390 Juta Ton dan Nikel 100 Juta Ton per 17 Maret 2026
ILUSTRASI. Target produksi batubara nasional 600 juta ton, tapi RKAB baru 390 juta ton.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) komoditas mineral dan batubara untuk tahun 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan, hingga 17 Maret 2026 total RKAB produksi batubara yang telah disetujui mencapai sekitar 390 juta ton atau mendekati 400 juta ton.

“Sekitar 390 juta ton menuju 400 juta ton,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).

Sementara itu, untuk komoditas nikel, volume RKAB bijih nikel yang telah disetujui hingga pertengahan Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 100 juta ton. Pemerintah menargetkan percepatan penerbitan RKAB nikel dapat rampung hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga: Persetujuan RKAB Batubara 390 Juta Ton, Kementerian ESDM Targetkan Beres Akhir Maret

“Nikel mungkin seratusan. Tetap target akhir Maret. Dua-duanya antara perusahaan dan pemerintah aktif semua,” kata Tri.

Ia menjelaskan, proses persetujuan RKAB tahun ini membutuhkan waktu lebih lama karena adanya penerapan sistem aplikasi baru yang masih memerlukan penyesuaian di lapangan.

Sebelumnya, pada Februari 2026, ESDM telah menerbitkan persetujuan RKAB nikel dengan kuota produksi bijih nikel berada di kisaran 260 juta ton–270 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan target produksi RKAB tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 379 juta ton.

Adapun target produksi batubara nasional pada 2026 ditetapkan sebesar 600 juta ton.

Di mana, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara tahun 2026 dari ESDM. Dalam persetujuan tersebut, emiten tambang pelat merah ini memperoleh kuota produksi maksimal sebesar 53,2 juta ton.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, berdasarkan persetujuan dari Kementerian ESDM mengenai evaluasi dokumen RKAB. PTBA telah mendapatkan persetujuan kuota produksi batubara untuk tahun 2026 dengan jumlah maksimal sebesar 53.200.000 ton (53,2 juta ton).

Baca Juga: UKM Indonesia Raih Kontrak US$92 Ribu, Ekspor Makanan ke Kanada Menggeliat

"Angka ini merupakan batas atas yang menjadi acuan resmi operasional pertambangan perusahaan sepanjang tahun tersebut," kata Eko kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Menurut Eko, dengan kuota RKAB tahun ini pada 53,2 juta ton, posisi PTBA tetap berada pada tren produksi yang stabil dan cenderung meningkat secara kapasitas dibandingkan historis beberapa tahun terakhir. Adapun guidance produksi untuk 2026 akan disampaikan kemudian bersamaan dengan informasi kinerja perusahaan tahun buku 2025.

"Tentunya angka 53,2 juta ton ini merupakan angka strategis untuk mendukung target kinerja keuangan dan operasional perusahaan di tahun 2026," jelasnya.

Di sisi lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyebut hingga kini belum menerima surat persetujuan resmi RKAB. Direktur ITMG Yulius Kurniawan Gozali mengatakan, informasi persetujuan baru tercantum dalam sistem Direktorat Jenderal Minerba sehingga perusahaan belum dapat menyampaikan detail kuota produksi.

Ia juga mengindikasikan adanya potensi penurunan kuota dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mengenai penurunan dibanding tahun sebelumnya, semua site kami termasuk yang kena cut juga sehingga tentu ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya kepada Kontan, Senin (16/3/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×