kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.119   87,24   1,09%
  • KOMPAS100 1.144   11,88   1,05%
  • LQ45 828   6,92   0,84%
  • ISSI 288   4,03   1,42%
  • IDX30 430   3,70   0,87%
  • IDXHIDIV20 517   4,54   0,89%
  • IDX80 128   1,41   1,11%
  • IDXV30 141   1,96   1,41%
  • IDXQ30 140   1,17   0,84%

Sumitomo Metal Mining bangun smelter nikel US$ 1,77 miliar di Indonesia


Kamis, 22 November 2018 / 13:35 WIB
Sumitomo Metal Mining bangun smelter nikel US$ 1,77 miliar di Indonesia
ILUSTRASI. Bijih nikel di peleburan milik Antam


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sumitomo Metal Mining berencana menggelontorkan dana lebih dari 200 miliar yen atau sekitar US$ 1,77 miliar untuk membangun smelter nikel di Indonesia seperti dilansir dari asia.nikkei.com pada Rabu (21/11). Tujuan pembangunan smelter ini untuk memenuhi permintaan metal yang digunakan dalam pembuatan baterai mobil listrik.

Nikel merupakan bagian penting dari baterai lithium-ion dalam kendaraan listrik, dan permintaannya meningkat secara global. Pesaing dari China telah meningkatkan investasi di Asia Tenggara, tempat dimana banyak produksi nikel, demi mengamankan suplai metal yang stabil.

Sumitomo Metal Mining yang berpusat di Tokyo ini pun tengah melakukan feasibility study untuk membangun smelter di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Dengan target produksi 40.000 ton produk intermediary dari nikel ore.

Hasil produksi smelter tersebut akan dikirim ke Jepang dimana Sumitomo Metal memproses meterial cthode untuk suplai perusahaan seperti Panasonic. Sumitomo Metal telah berusaha meningkatkan kapasitas produksi dari meterial sebesar 30% menjadi 4.550 ton di akhir tahun 2018. Fasilitas ini akan menambah opsi bahan baku dari fasilitas yang sudah ada di Filiphina. Sekaligus juga membuat biaya lebih kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×