kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Surya Semesta Internusa (SSIA) anggarkan capex Rp 775 miliar tahun ini


Selasa, 22 Januari 2019 / 14:20 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Targetkan pertumbuhan kinerja 15%, PT Surya Semesta Internusa Tbk anggarkan belanja modal Rp 775 miliar. Adapun dana tersebut digunakan untuk akuisisi lahan.

Erlin Budiman, Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa menyebutkan bahwa tahun ini perusahaan masih akan berusaha mengakuisisi lahan di Subang. "Subang akan tetap melakukan akuisisi lahan sekitar 165 ha," ujarnya saat dihubungi kontan.co.id, Senin (21/1).

Dengan rencana akuisisi tersebut emiten dengan kode saham SSIA di Bursa Efek Indonesia ini menganggarkan belanja modal /capital expenditure (capex) sebesar Rp 775 miliar. Adapun dana tersebut disebutnya berasal dari kas internal.

Dengan begitu, ia bilang anggaran tersebut sebagian besar akan digunakan untuk akuisisi lahan. Selain itu, ada pula sebagian untuk bisnis unit konstruksi dan perhotelan.

Erlin menjelaskan untuk pengembangan lini bisnis propertinya saat ini perusahaan juga sedang berfokus pada penjualan di Karawang Timur, selain akuisisi lahan. Oleh sebab itu, perusahaan menargetkan marketing sales seluas 15 ha dari lahan yang dimiliki.

Sedangkan untuk lini bisnis konstruksi ia berharap tender jalan tol akses Patimban di semester I ini sehingga akan menjadi katalis untuk NRCA. Namun, sayang untuk lini binsis perhotelan ia tak menjabarkannya.

Namun, secara umum ia menuturkan bahwa dari tiap lini bisnis yang dimiliki perusahaan dengan meningkatkan produktivitas. "Dari sisi perusahaan kami tetap fokus kepada pengembangan di masing-masing bisnis unit dan meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Oleh sebab itu, tahun ini SSIA menargetkan pertumbuhan pendapatan 15% dibanding tahun lalu. Hanya saja, ia masih belum bisa menyampaikan proyeksi baik pendapatan dan laba bersih di tahun lalu lantaran masih dalam proses audit.

Sebagai gambaran hingga kuartal III tahun lalu, SSIA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,65 triliun atau tumbuh 12,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,35 triliun. 

Adapun pendapatan tersebut terdiri dari jasa konstruksi sebesar Rp 1,84 triliun, hotel sebeasr Rp 593,02 miliar, kemudian dari segmen sewa, parkir, jasa pemeliharaan dan utilitas sebesar Rp 211,92 miliar, serta tanah kawasan industri sebesar Rp 4,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×