Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales lahan industri sebesar 9,4 hektare (ha) sepanjang semester I-2026.
VP Investor Relations & Sustainability SSIA, Erlin Budiman mengatakan, luasan marketing sales sepanjang semester I-2026 tersebut setara Rp 195,9 miliar.
“SSIA juga mencatatkan backlog penjualan lahan seluas 4,1 hektare yang senilai Rp 84,3 miliar di periode ini,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).
Per Juni 2026, Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 3,3 triliun. Ini naik 58,39% dari Rp 2,11 triliun per akhir Juni 2025.
Baca Juga: Prospek Cerah Industri Bangunan Dorong Ekspansi Industri Keramik
“Ini didorong oleh kuatnya pengakuan penjualan secara akuntansi dari bisnis kawasan industri,” tuturnya.
Dari segmen properti, pendapatan naik 274,1% YoY menjadi Rp 1,27 triliun, didukung oleh pengakuan penjualan secara akuntansi atas lahan seluas 64,7 hektare senilai Rp1,08 triliun dari Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang.
Alhasil, segmen ini mencatatkan laba kotor sebesar Rp 612,3 miliar dan EBITDA sebesar Rp 543,4 miliar, dengan margin EBITDA yang meningkat menjadi 42,9%.
Dari segmen konstruksi, pendapatannya tetap stabil di angka Rp 1,70 triliun. Laba bersih segmen ini meningkat 21,1% YoY menjadi Rp 93,2 miliar, mencerminkan peningkatan margin yang berkelanjutan serta disiplin operasional.
Anak usaha SSIA di segmen konstruksi, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), memperoleh kontrak baru senilai Rp 1,37 triliun selama semester pertama tahun 2026, turun 3,8% YoY.
Proyek utama NRCA sepanjang semester I 2026 adalah Pou Chen Factory Pekalongan, Lampung City Mall Fase 2, New Malio Hotel Hayam Wuruk Jakarta, Saint Carolus Hospital Gading Serpong, Little Sun School Surabaya, Grha Baramulti Jakarta, Blue Coral Resort Gili Trawangan North Lombok, dan Oakwood Jimbaran Villas & Residence Bali.
“Dari segmen perhotelan, pendapatan naik 113,3% YoY menjadi Rp 471,1 miliar, didorong oleh kinerja Paradisus by Meliá Bali serta tarif kamar yang lebih tinggi di seluruh portofolio hotel,” ungkapnya.
Laba kotor SSIA tercatat naik 145,9% YoY menjadi Rp1,09 triliun dan EBITDA naik menjadi Rp692,5 miliar, sehingga menghasilkan peningkatan margin EBITDA yang signifikan dari 5,0% menjadi 20,7%.
SSIA pun mencatatkan laba bersih sebesar Rp 262,6 miliar, pulih dari posisi rugi bersih sebesar Rp 32,3 miliar pada semester I 2025.
EBITDA SSIA mencatatkan angka positif dengan margin sebesar 9,7%, dibandingkan dengan margin EBITDA negatif pada semester pertama tahun 2025.
Saldo kas tercatat sebesar Rp1,09 triliun. Utang berbunga turun 3,5% secara kuartalan (QoQ) menjadi Rp 2,27 triliun, dengan rasio gearing sebesar 26,8%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
