kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Susi Air kurangi frekuensi terbang ke Muara Teweh


Rabu, 17 September 2014 / 15:53 WIB
Susi Air kurangi frekuensi terbang ke Muara Teweh
ILUSTRASI. Foto udara kendaraan pemudik melintas menuju arah Jabodetabek di Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Maskapai penerbangan Susi Air pada hari ini (17/9) mulai mengurangi pengoperasian rute yang dimilikinya di Bandara Beringin Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

PT ASI Pudjiastuti Aviation mengaku terpaksa melakukan pengurangan frekuensi karena armada yang dimilikinya harus membantu perbaikan pesawat di daerah lain. "Pesawatnya harus membawa spare part untuk membantu perbaikan di daerah Malinau (Kalimantan Utara)," kata Susi Pudjiastuti kepada KONTAN, Rabu (17/9).

Menurutnya dengan pengurangan ini frekuesi penerbangan Muara Teweh-Balikpapan, Muara Teweh-Samarinda yang semula dilayani 5 kali sehari berubah menjadi 3 kali sehari. Diperkirakan perbaikan pesawat yang tengah dilakukannya ini akan menghabiskan waktu sekitar 5 hari. Susi menargetkan mulai Senin pekan depan operasi penerbangan dari Muara Teweh dapat berjalan dengan normal.

Kata dia, awalnya perseroan memperkirakan pengurangan frekuensi akan dilakukan sampai bulan oktober nanti, tetapi karena perbaikan dapat dilakukan dengan lebih cepat maka pekan depan kegiatan operasional sudah bisa berjalan normal. "Ini sebenarnya lebih cepat dari rencana," imbuhnya.

Penerbangan untuk rute dari dan Muara Teweh dilayani Susi Air menggunakan pesawat jenis Cessna dengan penumpang 12 orang. Tiket rute tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 1,45 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×