kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Susi Air tetap fokus garap rute perintis


Selasa, 01 Mei 2012 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Seafood termasuk salah satu makanan penyebab asam urat. Foto: Dok Shutterstock


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Maraknya kecelakaan yang melanda pesawat Susi air dalam dua tahun belakangan ini tidak membuat PT Susi ASI Pudjiastuti Aviation, pemilik maskapai Susi Air jera bermain berbisnis penerbangan rute perintis.

“Kami tetap berkomitmen layani rute perintis,” kata Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur Susi Air kepada KONTAN, Selasa (1/5). Perlu diketahui, 25 April lalu, kecelakaan kembali terjadi pada salah satu pesawat Susi Air.

Saat itu, pesawat Susi Air hilang kontak saat melintasi perbatasan Kutai Kertanegara dan Kutai Barat. Sehari Kemudian, pesawat ditemukan di bibir jurang Desa Ritan, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, dengan dua awak di dalamnya dalam kondisi tewas..

Kecelakaan ini merupakan yang ketiga kalinya melanda armada Susi Air. Sebelumnya, pesawat mereka telah dua kali jatuh di Papua. Peristiwa nahas itu terjadi 9 September dan 23 November 2011. Total sudah empat pilot dan copilot Susi Air yang tewas akibat ketiga kecelakaan tersebut. Seluruh pilot dan kopilot berkewarganegaraan asing.

Kecelakaan itu, membuat operasional penerbangan Susi Air terganggu. Hingga, proses evaluasi selesai, semua pesawat jenis Pilatus Porter masuk hanggar alias diperiksa ulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×