kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tahun depan, biaya berobat di Siloam naik 5%


Kamis, 12 September 2013 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. 5 Manfaat Yoga Setelah Melahirkan


Reporter: Dityasa H Forddanta |

JAKARTA. Meski tidak secara langsung, tapi PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terkena dampak atas pelemahan rupiah. Hal ini tentunya membuat manajemen mau tak mau menaikkan tarif layanan demi menghindari beban yang lebih besar.

"Mungkin tahun depan tarifnya akan kami naikkan sekitar 5%. Tapi, ini tidak hanya dilakukan oleh Siloam, rumah sakit yang lain juga," tutur Gershu Paul, Presiden Direktur SILO, Kamis (12/9).

Pemicunya adalah, peralatan medis yang menunjang operasional rumah sakit itu masih digolongkan sebagai barang mewah. Karena barang mewah, maka pajak masuk peralatan medis menjadi tinggi sehingga dampaknya semakin terasa jika diiringi dengan pelemahan rupiah.

Selain menaikkan tarif, saat ini manajemen juga tengah menegosiasikan keringanan pajak masuk peralatan medis bersama pihak regulator. Namun, SILO juga memiliki strategi lain untuk menghadapi skenario terburuk.

Manajemen menyiapkan dana tambahan sekitar US$10 juta-US$12 juta untuk investasi alat medis di tengah pelemahan rupiah. "Dana itu disiapkan sebagai langkah antisipatif jika rupiah melemah 10%-15% terhadap dolar AS," pungkas Gershu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×