kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Tahun depan, biaya berobat di Siloam naik 5%


Kamis, 12 September 2013 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. 5 Manfaat Yoga Setelah Melahirkan


Reporter: Dityasa H Forddanta |

JAKARTA. Meski tidak secara langsung, tapi PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terkena dampak atas pelemahan rupiah. Hal ini tentunya membuat manajemen mau tak mau menaikkan tarif layanan demi menghindari beban yang lebih besar.

"Mungkin tahun depan tarifnya akan kami naikkan sekitar 5%. Tapi, ini tidak hanya dilakukan oleh Siloam, rumah sakit yang lain juga," tutur Gershu Paul, Presiden Direktur SILO, Kamis (12/9).

Pemicunya adalah, peralatan medis yang menunjang operasional rumah sakit itu masih digolongkan sebagai barang mewah. Karena barang mewah, maka pajak masuk peralatan medis menjadi tinggi sehingga dampaknya semakin terasa jika diiringi dengan pelemahan rupiah.

Selain menaikkan tarif, saat ini manajemen juga tengah menegosiasikan keringanan pajak masuk peralatan medis bersama pihak regulator. Namun, SILO juga memiliki strategi lain untuk menghadapi skenario terburuk.

Manajemen menyiapkan dana tambahan sekitar US$10 juta-US$12 juta untuk investasi alat medis di tengah pelemahan rupiah. "Dana itu disiapkan sebagai langkah antisipatif jika rupiah melemah 10%-15% terhadap dolar AS," pungkas Gershu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×