Reporter: Rizki Caturini | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Melemahnya permintaan pasar akibat krisis global saat ini tidak lantas menyurutkan langkah The Coffee Bean&Tea Leaf Indonesia untuk terus berekspansi dengan rencana penambahan gerainya tahun ini.
Kabarnya, gerai kopi ternama dari Amerika Serikat ini akan menambah sekitar 18 gerai baru yang akan dipusatkan untuk pembukaan di Pulau Jawa dan Sulawesi. "Dengan penambahan beberapa gerai baru di tahun depan, harapan peningkatan penjualan bisa sampai 40%," ujar Ario Saloko, Advertising & Promotion Executive PT. Trans Coffee.
Tahun depan, Coffee Bean menargetkan memiliki sekitar 50 tempat baru. Saat ini gerainya baru ada di beberapa kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bali, Bandung, dan Surabaya. Selain akan menambah gerai di kota-kota tersebut, Coffee Bean Indonesia juga akan merambah pasar luar daerah seperti Makassar. "Nilai investasi untuk pembukaan satu gerai baru minimal sekitar Rp 1 miliar," ujarnya.
Langkah ini cukup berat, sebab investasi begitu besar dengan kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang. Apalagi sebagian besar bahan baku didominasi produk impor dari Amerika Serikat seperti biji kopi dan mesin-mesin peralatan gerai untuk menjaga standar kualitas. Dalam setahun Coffee Bean Indonesia mengimpor bahan baku biji kopi sebanyak tiga kali dari California dalam setahun. "Dengan fluktuasi dollar yang tak terkendali seperti sekarang, biaya pengeluaran untuk pengadaan bahan baku membengkak hingga 20%," ujar Ario.
Strategi untuk membendungnya dengan mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku dari luar negeri. Secara perlahan-lahan, Coffee Bean Indonesia mulai menggunakan produk dari dalam negeri untuk mengurangi pembengkakan biaya. Seperti penggunaan gelas dan karton sudah mulai dialihkan dengan sebagian menggunakan bahan baku dari dalam negeri. "Sekarang sudah 60% bahan baku gelas dan karton sudah diambil dari dalam negeri," lanjutnya.
Cara itu dianggap cukup ampuh untuk menekan biaya ekspansi tahun depan. Selain itu, mereka juga menjalankan strategi pemasaran dengan meluncurkan berbagai jenis minuman baru dan promosi gratis satu untuk pembelian satu minuman bagi pasar yang sudah tercipta saat ini.
Selain itu, di bawah naungan PT. Trans Coffee sebagai pemegang lisensi di Indonesia, Coffee Bean berencana menangkap pasar baru yang lebih besar lagi dengan memperlebar usia pasar penikmat produk kopinya dari umur 17 tahun hingga usia di bawah 40 tahun. "Tapi tetap kisaran pasar utama kami dari umur 20 tahun hingga 35 tahun," ujar Ario.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













