Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan semakin diminati perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Faktor kenyamanan seperti tidak adanya bau asap rokok yang menempel hingga tidak ada perokok pasif menjadi alasan yang banyak disampaikan konsumen saat memilih produk tersebut.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, mengonfirmasi hal ini. Ia melihat semakin banyak perokok dewasa yang mulai mencari pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. “Dari sisi konsumen, alasan utama mereka beralih ke produk tembakau alternatif adalah karena ingin mengurangi paparan asap rokok dan bau yang menempel. Konsumen menilai penggunaan produk tembakau alternatif terasa lebih bersih, lebih ringan, dan tidak terlalu mengganggu orang sekitar,” ujar Paido, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Isu Narkoba dan Wacana Pelarangan, Pekerja Vape Jadi Pihak Paling Terdampak
Paido mengungkapkan faktor tidak adanya asap rokok dan tar yang dihasilkan dari proses pembakaran, yang biasanya menempel di pakaian atau ruangan menjadi pertimbangan yang sangat besar bagi konsumen. Tar sendiri merupakan senyawa karsinogenik penyebab kanker.
Menurut Paido, meningkatnya minat perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif karena dirasa lebih nyaman tanpa bau rokok yang menempel di lingkungan sekitar. “Banyak pengguna menyampaikan bahwa bau rokok yang menempel di pakaian, rambut, kendaraan, atau ruangan menjadi salah satu alasan utama mereka mulai mencari alternatif. Dalam pengalaman konsumen, produk tembakau alternatif dianggap lebih nyaman karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau seperti rokok,” tambahnya.
Kenyamanan yang dirasakan pengguna produk tembakau alternatif ini juga didukung oleh kajian ilmiah. Berdasarkan riset Universitas Chang'an, Tiongkok, bertajuk Characteristics of second-hand exposure to aerosols from e-cigarettes yang diterbitkan tahun 2024, ditemukan bahwa kandungan zat berbahaya dari uap vape (aerosol) lebih rendah dibanding asap rokok. Walaupun tetap ada partikel yang dilepaskan ke udara, studi ini menunjukkan bahwa udara di sekitar pengguna memiliki tingkat polutan yang lebih rendah dibandingkan dengan paparan asap hasil pembakaran tembakau.
Pengalaman nyata mengenai perubahan setelah beralih dari kebiasaan merokok juga disampaikan oleh Rifqi, seorang pengguna vape. Dalam kesehariannya, ia mengaku merasakan perubahan fisik yang cukup signifikan setelah menggunakan produk tembakau alternatif. “Perubahan yang paling saya rasa jelas badan terasa lebih fit. Ternyata pembuktiannya ada di hasil medical check-up, hasil berubah jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya saat masih merokok,” ungkap Rifqi.
Menurut dia, dukungan lingkungan sekitar menjadi salah satu hal penting dalam proses beralih ke produk tembakau alternatif. “Peran orang terdekat dalam mendukung sangat penting, tapi yang lebih penting adalah lingkungan keseharian kita dalam bersosialisasi karena tanpa dukungan mereka mustahil rasanya bisa beralih tanpa tekad yang sangat besar,” lanjutnya.
Selain dukungan lingkungan, Rifqi juga mengaku lebih banyak mencari informasi berbasis penelitian agar memahami produk yang dipilihnya. Ia menyebut hasil penelitian dari UK Health Security Agency, yang menyebut profil risiko produk tembakau alternatif hingga 90 persen lebih rendah dibandingkan rokok, menjadi salah satu referensi yang membantunya memahami pilihan yang digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













