kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tak Capai Target, BI Catat Nilai Transaksi E-Commerce 2022 Sebesar Rp 476,3 Triliun


Kamis, 19 Januari 2023 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Total nilai transaksi e-commerce sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 476,3 triliun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, total nilai transaksi e-commerce di sepanjang tahun 2022 tak mencapai perkiraan BI yang sebesar Rp 489 triliun. 

Deputi Gubernur Doni P. Joewono mengungkapkan, total nilai transaksi e-commerce sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 476,3 triliun. 

Doni mengaku ada beberapa hal yang menyebabkan perkiraan BI meleset terkait transaksi e-commerce. 

Salah satunya, adalah pelonggaran mobilitas masyarakat yang mendorong masyarakat berbelanja secara offline. 

Baca Juga: Bisnis Buy Now Pay Later Terus Meningkat Pesat

"Pada saat mobilitas rendah, memang masyarakat belanja di e-commerce. Jadi, saat mobilitas mulai meningkat, maka transaksi offline pun meningkat," tutur Doni saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id, Kamis (19/1). 

Selain itu, Doni menyebut saat ini mulai menjamur pesaing e-commerce, yaitu social commerce. Dalam artian, penjualan yang dilakukan di media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, maupun Instagram. 

BI mengendus kemungkinan social commerce memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan e-commerce. 

Ini yang kemudian membuat masyarakat beralih berbelanja di social commerce. 

"Namun, ini sedang kami pelajari apakah memang benar biaya di social commerce jauh lebih murah," tambah Doni. 

Baca Juga: Kilas Balik Tren Belanja Masyarakat di Tokopedia Sepanjang 2022

Doni juga melihat kemungkinan biaya transaksi di e-commerce makin mahal sehingga membuat masyarakat berpaling. Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut mengenai ini. 

Meski pada tahun 2022 perkiraan transaksi e-commerce meleset, nilai ini meningkat 18,77% bila dibandingkan dengan total nilai transaksi e-commerce di tahun 2021 yang sebesar Rp 401 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×