kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.867   -68,00   -0,38%
  • IDX 5.810   -85,85   -1,46%
  • KOMPAS100 753   -11,54   -1,51%
  • LQ45 575   -9,03   -1,55%
  • ISSI 201   -2,08   -1,02%
  • IDX30 326   -5,16   -1,56%
  • IDXHIDIV20 402   -5,85   -1,44%
  • IDX80 86   -1,31   -1,51%
  • IDXV30 108   -1,19   -1,08%
  • IDXQ30 105   -1,56   -1,46%

Tambah modal, Inalum disarankan untuk IPO


Kamis, 06 Maret 2014 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Peta blok Masela


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) disarankan untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Dengan begitu, modal Inalum untuk melakukan produksi bisa bertambah.

"Kalau saya menyarankan melalui IPO, karena jangka panjangnya, dan diawasi oleh publik juga," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Perekonomian, Kamis (6/3).

Hidayat menjelaskan, dalam program kerja Inalum jangka menengah, perusahaan yang diambil dari Jepang itu menanamkan investasi sebesar US$ 750 juta. "Anggaran Inalum harus dicari dari penyertaan negara atau IPO," ungkap Hidayat.

Lebih lanjut mantan Ketua Umum Kadin itu berharap Inalum bisa meningkatkan kerjanya lebih besar lagi dibanding saat dikelola oleh Jepang. Karena hal itu IPO adalah salah satu cara yang bisa digunakan Inalum menambah kapasitas pabrik dan mesin.

"Kalau kita ingin menambahkan modal bisa paling modern menurut norma hukum perusahaan melalui IPO," jelas Hidayat. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×