kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,71   -13,81   -1.48%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tantangan dan peluang bisnis jalan tol di 2021


Minggu, 17 Januari 2021 / 19:05 WIB
Tantangan dan peluang bisnis jalan tol di 2021
ILUSTRASI. Di akhir 2020 trafik harian beberapa ruas jalan tol mendekati trafik di awal tahun sebelum pandemi.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seperti halnya industri lain, tahun 2020 adalah tahun yang sangat sulit bagi pelaku usaha jalan tol. Industri infrastruktur jalan tol sedang menguji ketahanan model bisnisnya.

Sekjen Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono memaparkan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, secara garis besar kinerja industri jalan tol 2020 masih cukup baik. "Sampai dengan akhir tahun 2020, pemerintah berhasil menambah ruas jalan tol yang beroperasi sepanjang 258 km sehingga total panjang jalan tol yang beroperasi menjadi 2.333 km," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/1).

Tercatat ada 814 km yang masih dalam tahap konstruksi di antaranya ruas Depok-Antasari, ruas Cinere-Jagorawi, ruas Bogor-Ciawi dan sebagainya. Pemerintah juga telah mengintroduksi beberapa proyek inisiasi baru seperti ruas Jogja-Solo, ruas Bawen-Jogja, ruas Bogor-Serpong, ruas Cikunir-Karawaci, ruas Kamal-Teluk Naga, dan sebagainya.

Hal yang sama juga untuk kinerja jalan tol yang sudah beroperasi. Goncangan di awal pandemi dengan melemahnya trafik jalan tol tidak berlangsung lama, seiring dengan pelonggaran PSBB di pertengahan tahun 2020 trafik kembali meningkat.

Baca Juga: Ingat, 6 tol Jasa Marga mulai 17 Januari jam 00.00 WIB naik, ini tarif lengkapnya

Di akhir 2020 trafik harian beberapa ruas jalan tol bervariasi antara 70% sd 90% mendekati trafik di awal tahun sebelum pandemi.  "Pola V-Shape yang terjadi di jalan tol saat ini menunjukkan volume lalu lintas memasuki fase pemulihan," terang dia.

Meskipun Januari 2021 proses vaksinasi mulai dilakukan, namun ketentuan protokol Covid-19 masih harus tetap dijalankan. Kondisi ini mempengaruhi proses penyelesaian beberapa pekerjaan konstruksi, dan tuntutan penerapan protokol kesehatan yg ketat di tol operasional.

Dari perspektif bisnis, upaya menjaga iklim investasi dan kepastian usaha jalan tol, diprediksi menjadi lebih berat. Upaya menarik investor baru menjadi lebih menantang karena perbedaan ekspektasi baik dari sisi regulator, investor, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Menilik efek pembentukan SWF ke pasar saham




TERBARU

[X]
×