kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Tarif Go-Ride paling mahal ketimbang GrabBike atau Uber Motor


Selasa, 27 Februari 2018 / 11:00 WIB
Tarif Go-Ride paling mahal ketimbang GrabBike atau Uber Motor


Reporter: Annisa Heriyanti | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paska Go-Jek Indonesia mendapat suntikan dana jumbo dari kumpulan investor lokal dan global senilai US$ 1,2 miliar, ada yang berbeda dari tarif salah satu layanan perusahaan tersebut, yakni Go-Ride.

Banyak pelanggan  yang menyebut bila tarif Go-Ride setelah mendapat dana segar dari investor perlahan beranjak naik. Artinya, tarif Go-Ride saat ini bisa lebih mahal dari para pesaing seperti GrabBike atau Uber Motor.

Sebut saja Nurdiana. Perempuan yang kerap mengandalkan ojek online sebagai sarana transportasi dari rumahnya  di bilangan Palmerah, Jakarta Selatan menuju kawasan Kuningan. Biasanya, ia membayar Go-Ride sekitar Rp 13.000 sekali jalan pada kisaran jam 10 pagi. Jika memakai alat pembayaran Go-Jek yakni GoPay, mendapat potongan Rp 1.000. Sehingga ia cukup membayar Rp 12.000 saja.

Namun belakangan ini, ia kerap mengeryitkan dahi melihat tarif Go-Ride yang tiba-tiba melonjak. Tarif yang biasa dipatok sekitar Rp 13.000 untuk rute yang sama, kini sudah menjadi Rp 16.000 sampai Rp 17.000.

Claudia Arthauli juga merasakan hal yang sama. Karyawati ini biasanya mengeluarkan duit Rp 5.000 naik Go-Ride dari Galaxy, Bekasi Barat ke pangkalan bus Jatibening Bekasi. Tapi perlahan naik jadi Rp 7.000, kemudian melesat menjadi Rp 11.000 - Rp 13.000. "Akhirnya saya pilih bawa motor saja ke sana," keluhnya.

Go-Jek kerek tarif

Konsumen lain, Lisa Listiani juga mengamini bila tarif Go-Ride yang termahal dari kedua pesaing. Untuk memberi gambaran, ia mengambil gadget dan memasukkan tujuan. Dari area tempat tinggal yang ada di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menuju  Gandaria City, Jakarta Selatan. Ternyata, tarif Go-Ride yang paling mahal.

Untuk jarak tempuh 5,3 km dengan waktu tempuh 21 menit per tanggal  26 Februari 2018 kemarin pada pukul 3.20 WIB, tarif Uber Motor berkisar Rp 6.900 - Rp 8.900. Sedang GrabBike lebih mahal dari Uber sebesar Rp 7.000 - Rp 9.400. Nah, tarif Go-Ride adalah Rp 7.100 - Rp 9.500.

Ia menilai, tarif mahal Go-Jek terkait dengan fasilitas yang dimiliki perusahaan bernilai US$ 4 miliar tersebut. Semisal, untuk mengisi GoPay, sistem pembayaran Go-Jek sudah bisa dilakukan via mobile banking, seperti BRI.Bank Mandiri dan banyak lagi.

Mohammed Ali Berawi, pengamat infrastruktur transportasi mengamini pernyataan tersebut. Boleh dibilang segala fasilitas yang ada di Go-Jek saat ini adalah yang paling komplit ketimbang para pesaing.

Selain ada sistem pembayaran GoPay, perusahaan besutan Nadiem Makarim itu juga punya GoSend, dan ragam fitur lainnya. "Inilah yang membuat Go-Jek unggul dan banyak pelanggan," katanya ke KONTAN, Senin (26/2).

Sampai berita ini turun, manajemen Go-Jek, Grab Indonesia dan Uber Indonesia tidak memberi keterangan. Tapi, pengemudi Go-Jek Adji Prasetyo beri penjelasan, awal tahun ini manajemen Go-Jek mengerek tarif, terutama di daerah yang minim pengemudi Gojek.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut penentuan tarif yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan memang dibenarkan. Lantaran ojek motor hingga kini belum termasuk transportasi publik. "Tarif ojek online tidak diatur regulasi," katanya.     

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×