kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tarif Layanan E-Commerce Naik, Asperindo: Industri Jasa Pengiriman Saat Ini Tertekan


Sabtu, 09 Mei 2026 / 10:00 WIB
Tarif Layanan E-Commerce Naik, Asperindo: Industri Jasa Pengiriman Saat Ini Tertekan
ILUSTRASI. Subsidi Ongkos Kirim (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai kenaikan tarif layanan e-commerce yang dibebankan kepada seller saat ini, salah satunya dipicu oleh tertekannya margin industri jasa pengiriman.

Ketua Umum Asperindo Budiyanto Darmastono mengungkap, dalam beberapa tahun terakhir, persaingan tarif yang ketat membuat banyak perusahaan kurir menahan kenaikan harga. Padahal, biaya operasional terus meningkat. Akibatnya margin usaha industri ini semakin tipis.

"Di sisi lain, perusahaan tetap dituntut menjaga kualitas layanan, kecepatan pengiriman, investasi teknologi, serta perluasan jaringan distribusi," curah Budiyanto kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Perluas Akses Bright Gas, Pertamina Patra Niaga Gandeng SRC

Dus, ia melihat, kenaikan tarif yang dilakukan tahun ini lebih bertujuan untuk menjaga operasional industri agar tetap sehat, serta tetap mampu memberikan layanan yang andal.

Bagaimanapun, Budiyanto bilang perusahaan kurir memahami pentingnya menjaga ekosistem e-commerce termasuk keberlangsungan para seller usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Maka, industri terus melakukan berbagai efisiensi agar tarif tetap kompetitif. Budiyanto mengungkap saat ini banyak perusahaan kurir tetap menyediakan program khusus, skema tarif volume, serta kerja sama dengan marketplace.

Beberapa strategi lainnya yang dilakukan, antara lain optimalisasi rute distribusi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, konsolidasi pengiriman, penggunaan sistem otomatisasi sortir, hingga pengembangan fulfillment dan hub regional agar biaya distribusi dapat ditekan.

Baca Juga: PGN Terapkan Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik

"Harapannya, penyesuaian tarif yang terjadi tetap berada di level wajar dan tidak menghambat pertumbuhan ekosistem perdagangan digital," tuturnya.

Asal tahu saja, sejak awal Mei 2026, platform e-commerce menaikkan biaya layanan logistik yang ditanggung pedagang. Besarannya bervariasi pada kisaran single digit hingga belasan persen, tergantung wilayah, jenis layanan, serta tipe pengiriman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×