Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli, dan kenaikan biaya hidup mendorong masyarakat tidak lagi bergantung pada satu sumber penghasilan. Pekerja mulai mencari peluang usaha sebagai tambahan pendapatan sekaligus langkah antisipasi risiko ke depan.
Seiring itu, model bisnis kemitraan dan franchise makin diminati. Skema ini menawarkan sistem yang telah teruji, risiko lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibanding membangun bisnis dari nol. Selain itu, pelaku usaha juga bisa berperan sebagai investor tanpa terlibat langsung dalam operasional harian.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, terjadi pergeseran pola pikir di kalangan pekerja dan profesional karena mereka tak lagi hanya mengandalkan penghasilan utama.
Baca Juga: Rasio Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29%, Kemendag Dorong Waralaba untuk Genjot UMKM
“Franchise semakin relevan karena sistemnya siap pakai dan risikonya terukur. Ini bisa menjadi opsi nyata bagi para profesional yang ingin memiliki bisnis tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya,” ujar Levita dalam keterangannya, Jumat (8/5/0226).
Menjawab kebutuhan tersebut, FLEI Business Show hadir di Jiexpo Kemayoran selama periode 7-10 Mei 2026. Ini Pameran bisnis waralaba dan kemitraan ini hadir sebagai solusi bagi calon pelaku usaha untuk memulai bisnis dengan risiko yang lebih terkendali melalui sistem yang sudah terbukti.
Pameran ini digelar bersamaan dengan Cafe Brasserie Expo (CBE) dan Morefood Expo, menciptakan ekosistem bisnis F&B serta peluang kemitraan terlengkap dalam satu area.
Data Kementerian Perdagangan per Februari 2026 mencatat penerbitan 165 Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dalam negeri dan 162 dari luar negeri, sebuah sinyal kuat pertumbuhan sektor ini di tengah perlambatan ekonomi. Terlebih lagi, peran strategis UMKM kian nyata dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional serta menyerap 97% tenaga kerja Indonesia.
Baca Juga: IFBC 2026 Bidik Perluasan Jaringan Waralaba dan Bisnis Konsep Baru
Royanto Handaya, President Director Panorama Media menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,11% pada 2025, dengan sektor jasa hampir 10%, mencerminkan ketahanan yang kerap luput dari perhatian.
FLEI 2026 kian diperkuat kehadiran BCA sebagai mitra perbankan, menegaskan waralaba sebagai ekosistem investasi yang kian kredibel. Selama pameran, pengunjung ditawarkan berbagai promo kemitraan, paket investasi, serta seminar strategi memilih dan mengembangkan bisnis franchise.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













