kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Teknologi IoT Mendorong Pertumbuhan Smart Home di Indonesia


Senin, 29 Juni 2026 / 18:42 WIB
Teknologi IoT Mendorong Pertumbuhan Smart Home di Indonesia
ILUSTRASI. Indonesia menjadi penutup tema LG House Warming di Asia (DOK/LG Indonesia)


Reporter: Ahmad Febrian, Danielisa Putriadita | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring berkembangnya teknologi internet of things (IoT), adopsi perangkat rumah pintar (smart home) di Indonesia terus meningkat. 

Berdasarkan laporan Digital 2025: Indonesia yang disusun We Are Social dan Meltwater mengacu pada data Statista Market Insights, pada awal tahun 2025, jumlah rumah di Indonesia yang menggunakan perangkat smart home sekitar 11 juta. Tumbuh 14,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan, masyarakat tidak lagi sekadar mencari perangkat elektronik yang canggih. Untuk mendukung aktivitas sehari-hari secara lebih praktis dan efisien, mereka menginginkan ekosistem rumah yang saling terhubung 

Manda, karyawan di Tangerang misalnya, memanfaatkan lampu pintar yang dapat diatur melalui aplikasi di ponsel. Sehingga tetap bisa dikendalikan saat berada di luar rumah.

Sementara Wiguna, seorang ibu rumah tangga, memilih menggunakan lampu pintar karena dapat mengatur jadwal nyala dan mati lampu secara otomatis serta dilengkapi kamera pengawas. 

Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) sebelumnya menilai, meningkatnya kebutuhan efisiensi energi, keamanan, dan kemudahan operasional menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar smart home di Indonesia. 

Melihat peluang tersebut, produsen elektronik mulai memperkuat ekosistem rumah pintar mereka. Salah satunya LG Electronics Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan ini memiliki konsep LG AI Home.

Baca Juga: Menteri Maman: Platform E-Commerce Siap Beri Diskon Biaya Layanan 50% bagi Seller UMK

Terkait smart home, Indonesia menjadi negara penutup rangkaian kampanye regional yang sebelumnya digelar di Thailand dan Vietnam. Kampanye tersebut memanfaatkan popularitas budaya Korea alias KPop dengan menghadirkan anggota grup SHINee sekaligus aktor Choi Minho serta aktris Shin Ye-eun.

"Kami berupaya menciptakan inovasi dan teknologi yang menjadikan kehidupan pengguna menjadi lebih baik," kata Hyoeun Kim, VP Brand Management Division, Overseas Sales and Marketing Company LG Electronics, akhir pekan lalu. 

LG AI Home menghubungkan berbagai perangkat rumah tangga melalui platform LG ThinQ. Beragam perangkat, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci hingga pemurni udara, dapat diakses melalui satu aplikasi.

Presiden LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul mengatakan, perusahaan terus mengembangkan perangkat rumah tangga yang saling terhubung untuk mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.

"Teknologi rumah tangga dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari dan memberikan pengalaman lebih terintegrasi bagi konsumen," ujar Ha Sang-chul.

Di tengah meningkatnya adopsi perangkat IoT di Indonesia, produsen elektronik kini tidak lagi hanya bersaing melalui spesifikasi produk. Mereka menawarkan ekosistem perangkat yang saling terhubung untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×