kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.112   37,00   0,22%
  • IDX 7.455   147,87   2,02%
  • KOMPAS100 1.029   19,22   1,90%
  • LQ45 745   11,30   1,54%
  • ISSI 269   4,86   1,84%
  • IDX30 400   6,61   1,68%
  • IDXHIDIV20 489   8,94   1,86%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,89   1,42%
  • IDXQ30 129   2,20   1,73%

Telkomsel Dorong Startup Berbasis Kecerdasan Buatan Lewat NextDev 2026


Jumat, 10 April 2026 / 11:57 WIB
Telkomsel Dorong Startup Berbasis Kecerdasan Buatan Lewat NextDev 2026
ILUSTRASI. Telkomsel The NextDev Digitalent Academy 2022, Buka Peluang Pengembangan Kapabilitas dan Karir (Dok/Telkomsel)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian mendorong transformasi di berbagai sektor, termasuk dalam ekosistem startup digital. Di tengah tantangan pendanaan yang mulai mengetat, pemanfaatan AI dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi sekaligus daya saing pelaku technopreneur.

Maka, Telkomsel kembali menggelar NextDev Summit 2026. Memasuki tahun ke-11, program ini mendorong lahirnya solusi digital berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat maupun industri.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi menjelaskan, NextDev merupakan salah satu pilar utama program corporate social responsibility (CSR) perusahaan di bidang pengembangan masyarakat digital.

“NextDev tahun ini memberikan penekanan khusus pada penyuntikan kapabilitas AI di setiap usulan program bisnis peserta,” ujar Fahmi, Kamis (9/4).

Menurutnya, AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan menjadi instrumen penting untuk mendorong efisiensi, baik dari sisi waktu maupun biaya operasional.

Dengan integrasi AI, startup diharapkan mempercepat proses pengembangan dan validasi produk, sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi secara lebih luas.

Baca Juga: Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Bencana Sumatra

Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali menambahkan, penggunaan AI dalam program NextDev tahun ini bukan sekadar pelengkap.

“Kami melihat secara utuh bagaimana produk digital ini mengadopsi AI, mulai dari sisi coding hingga implementasi penggunaan yang sudah berstandar global,” jelasnya.

Menurutnya, sepuluh finalis yang terpilih saat ini telah memiliki produk yang berjalan selama satu hingga dua tahun dengan basis pengguna yang nyata. Adapun solusi yang dikembangkan mencakup berbagai sektor, mulai dari teknologi deteksi CCTV berbasis AI, layanan finansial berbasis WhatsApp, hingga konsultasi pajak digital.

Proses seleksi NextDev 2026 telah dimulai sejak September tahun lalu dengan menjaring sekitar 270 pendaftar. Jumlah tersebut kemudian disaring menjadi 200 peserta, 18 peserta, hingga akhirnya terpilih 10 finalis terbaik.

Dalam perjalanannya, Telkomsel juga menggelar roadshow di empat kota, yakni Medan, Bandung, Makassar dan Bali. Para peserta mengikuti berbagai tahapan, mulai dari orientasi, bootcamp, hingga sesi benchmarking ke perusahaan teknologi global seperti Meta.

Selain mendapat akses ke ekosistem digital Telkomsel, para pemenang juga berkesempatan mengikuti program international benchmarking ke pusat industri teknologi dunia, seperti Singapura, Amsterdam, maupun Silicon Valley, sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Selama 11 tahun penyelenggaraannya, program NextDev telah melahirkan 162 alumni dari total 6.798 pendaftar. Ke depan, para finalis memiliki peluang untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan berbagai unit bisnis Telkomsel dalam mengembangkan solusi digital yang berdampak lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×