Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) terus memperkuat jaringan distribusi untuk mendukung pertumbuhan bisnis farmasi, suplemen, hingga alat kesehatan (alkes). Strategi yang ditempuh perseroan dilakukan melalui pembangunan gudang pusat baru berkapasitas besar serta ekspansi cabang ke wilayah Indonesia Timur.
Direktur Utama Millenium Pharmacon International, Imam Fathorrahman mengatakan, perusahaan saat ini tengah membangun gudang pusat terintegrasi dan modern di Bekasi, Jawa Barat. Gudang tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas hingga tiga kali lipat dibandingkan kapasitas eksisting saat ini.
Menurut Imam, progres pembangunan gudang pusat SDPC kini telah mencapai 95%, dengan sisa pekerjaan berupa tahap finalisasi dan commissioning.
"Langkah ini dilakukan dengan harapan kita dapat menambah portofolio baru terutama produk fast moving consumer goods (FMCG)," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Ia menilai, Bekasi menjadi salah satu wilayah strategis yang memiliki potensi pasar besar bagi perusahaan. Selama ini, gudang perseroan di wilayah tersebut terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif.
Baca Juga: Pasca Blackout, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Sumatra Sudah Kembali Normal
Selain memperbesar kapasitas gudang pusat, SDPC juga menambah cabang baru pada tahun ini. Perusahaan akan memprioritaskan ekspansi di kawasan Indonesia Timur, khususnya di Kupang dan Kendari.
Manajemen menilai kawasan Indonesia Timur masih memiliki peluang pertumbuhan pasar yang besar, terutama untuk distribusi produk kesehatan dan farmasi.
Menurut Imam, pembukaan cabang baru menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus mempercepat pertumbuhan pendapatan.
"Di mana, satu cabang bisa menghasilkan lebih dari Rp 5 miliar revenue per bulan," sambungnya.
Tidak hanya itu, SDPC juga berencana membangun layanan distribusi berbasis cold chain di sejumlah kota. Fasilitas tersebut nantinya akan difungsikan sebagai hub distribusi produk biologis dan vaksin.
Langkah pengembangan cold chain ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis logistik kesehatan sekaligus meningkatkan nilai tambah layanan distribusi.
Sementara itu, Direktur Millenium Pharmacon International, Mohamad Fazly bin Hassan mengungkapkan, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 20 miliar pada tahun 2026.
Dana tersebut akan difokuskan untuk perluasan cabang dan renovasi kantor perusahaan.
"Karena sebagian besar capex untuk gedung telah dianggarkan sepenuhnya di tahun 2025. Jadi untuk tahun 2026 sebenarnya very minimum sekitar Rp 20 miliar," ujarnya.
Dengan berbagai strategi ekspansi tersebut, SDPC optimistis mampu mencapai target pendapatan sebesar Rp 5 triliun dan laba bersih Rp 60 miliar pada tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, SDPC membukukan pendapatan Rp 4,11 triliun pada 2025 dengan laba bersih sebesar Rp 38,5 miliar. Dengan demikian, target tahun ini mencerminkan proyeksi kenaikan pendapatan sekitar 21,6% dan pertumbuhan laba bersih sebesar 55,8%.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja perseroan sepanjang tahun lalu yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, pendapatan SDPC meningkat 4,93% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 3,91 triliun, sementara laba bersih melonjak 127,24% yoy dari Rp 16,92 miliar.
Adapun pada kuartal I-2026, SDPC mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun atau naik 3,85% yoy dibandingkan Rp 980 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, dari sisi laba bersih, perusahaan mencatat koreksi tipis sebesar 2,22% yoy menjadi Rp 10,10 miliar dari sebelumnya Rp 10,33 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













