kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,77   5,66   0.60%
  • EMAS930.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Telkomsel raih capital gain Rp 350 miliar dari investasi di Gojek


Kamis, 25 November 2021 / 06:37 WIB
Telkomsel raih capital gain Rp 350 miliar dari investasi di Gojek
ILUSTRASI. Telkomsel telah berinvestasi di Gojek sejak November 2020

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Telkomsel, sukses memperoleh kenaikan nilai investasi dari penanaman modal di PT Karya Anak Bangsa alias Gojek. Sejauh ini, capital gain yang berhasil dicatatkan Telkomsel mencapai Rp 350 miliar.

Sekedar mengingatkan, Telkomsel pertama kali menempatkan investasi di Gojek sebesar US$ 150 juta atau setara Rp 2,1 miliar pada November 2020. Kemudian, di Mei 2021, Telkomsel kembali menggelontorkan investasi sebesar US$ 300 juta atau Rp 4,25 triliun.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menuturkan, dari sisi pertumbuhan bisnis, investasi di Gojek juga memperlihatkan hasil yang positif. ARPU driver yang menjadi pengguna paket kolaborasi swadaya meningkat sebanyak 4% dari kuartal pertama 2021 ke kuartal ketiga 2021.

Baca Juga: Begini arah gerak IHSG setelah menyentuh rekor tertinggi

Pada periode yang sama, driver yang menjadi reseller Telkomsel juga meningkat 51% yang diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 97%. Begitu juga dengan pertumbuhan merchant GoFood yang menggunakan MyAds melalui aplikasi Gobiz melesat hingga 146%.

"Sehingga selain memberikan dampak di masyarakat, juga berkontribusi positif pada pertumbuhan bisnis Telkomsel," kata Ririek dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/11).

Tak hanya menjalin kemitraan strategis untuk meningkatkan kapabilitas digital perusahaan, Telkom melalui perusahaan ventura MDI juga konsisten menambah nilai dan jumlah investasi pada perusahaan-perusahaan rintisan (startup) potensial. Para startup tersebut berasal dari dalam maupun luar negeri.

 

 

Menurut Ririek, strategi investasi pada startup yang dilakukan Telkom tidak semata fokus pada peningkatan capital gain saja, tetapi juga dari peluang kolaborasi yang mungkin dilakukan para perusahaan rintisan terhadap berbagai lini bisnis di TelkomGroup. Hal ini dilakukan untuk membangun sinergi dalam rangka meningkatkan bisnis dan profitabilitas perusahaan.

MDI telah mendanai lebih dari 50 startup dari 12 negara yang mana 28 diantaranya merupakan karya anak bangsa. Saat ini, tiga startup dalam portofolio MDI sudah melaksanakan initial public offering (IPO) dan tiga perusahaan masuk dalam kategori unicorn.

Baca Juga: Pendapatan naik 6,11%, Telkomsel dan IndiHome jadi motor pertumbuhan Telkom (TLKM)

Selanjutnya: Menko Airlangga memproyeksikan ekonomi digital di akhir tahun ini dapat meningkat 49%

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×