kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Tetap agresif, Sasa Inti bidik pertumbuhan tahun ini dobel digit


Rabu, 05 Februari 2020 / 15:54 WIB
Konferensi pers yang diadakan PT Sasa Inti bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) di Jakarta (5/2/2020).


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Anna Suci Perwitasari

Asal tahu saja, porsi penjualan MSG di Sasa Inti awalnya berkisar 70% dari total penjualan perusahaan. Kini porsinya pun mulai susut menjadi 60% di tahun lalu. "Bukan berarti penjualan MSG turun, malah tetap tumbuh. Tapi memang lini bisnis produk lain mengalami peningkatan yang luar biasa," jelas Albert.

Di kategori tepung bumbu saja, manajemen sempat mengklaim mampu menjadi market leader dengan pangsa pasar 48%. Sementara produk santan praktis menempati nomor dua di jajaran modern market.

Jenis ritel yang dominan menyerap produk Sasa berbeda-beda tergantung jenisnya. Untuk MSG misalnya mayoritas ritel tradisional memainkan peran kunci bagi produk ini, sementara bagi produk tepung bumbu dominan penjualan ada di pasar modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×