kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tingginya PHK Pengaruhi Konsumsi Masyarakat


Selasa, 30 Desember 2008 / 09:13 WIB
Tingginya PHK Pengaruhi Konsumsi Masyarakat


Sumber: KONTAN |

JAKARTA. Krisis memang tak pandang bulu. Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi Gabungan Asosiasi Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Siswaja Lukman bilang, banyaknya PHK karyawan akhir-akhir ini jelas akan mempengaruhi tingkat konsumsi makanan dan minuman tahun depan.

“Saya memprediksi, produk makanan minuman sekunder, yang biasa dikonsumsi untuk kenikmatan, yang terutama akan turun penjualannya,” kata Adhi. Yang dimaksud produk makanan tersebut misalnya panganan kecil atau snack. Meski begitu, ia masih berharap penjualan makanan dan minuman tahun depan bisa bertumbuh 5%-10% dari prediksi tahun ini yang sekitar Rp 350 triliun.

Salah satu penopangnya mungkin adalah perkembangan penjualan produk makanan kemasan khusus yang isinya kebutuhan dasar. Karena, di tengah perlambatan finansial saat ini, banyak orang, khususnya kalangan menengah ke bawah, bakal lebih suka makan di rumah daripada di restoran.

Hartono Armadja, Direktur Pengelola PT Garudafood Putra Putri Jaya, produsen snack kemasan merek Kacang Garuda hingga Okki Jelly, mengakui bahwa kondisi di tahun depan akan lebih sulit dibandingkan dengan tahun ini. Tapi, menurutnya, bukan berarti penjualan para pebisnis makanan dan minuman pada tahun depan bakal sampai merosot drastis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×