kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.706   62,71   1,11%
  • KOMPAS100 737   9,52   1,31%
  • LQ45 558   5,20   0,94%
  • ISSI 199   2,08   1,06%
  • IDX30 316   2,13   0,68%
  • IDXHIDIV20 390   0,47   0,12%
  • IDX80 84   0,86   1,03%
  • IDXV30 106   -0,37   -0,35%
  • IDXQ30 102   0,44   0,43%

Tokopedia masih fokus menggarap marketplace


Rabu, 04 Februari 2015 / 07:45 WIB
ILUSTRASI. Produk PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA).


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

JAKARTA. Di tengah aneka model bisnis penyedia lapak e-commerce, PT Tokopedia akan konsisten menggarap model bisnis marketplace. Perusahaan itu meyakini model bisnis itu paling menjanjikan.

Namun, sadar dengan persaingan bisnis yang makin ketat, Tokopedia membekali perjalanan tahun ini dengan inovasi dan  investasi strategis. Antara lain menyediakan kemudahan bagi user (pengiklan) dalam mengelola toko dan melakukan pembayaran secara online. 

Tak terkecuali akses ke logistik secara lebih real-time dengan inovasi teknologi yang lebih baik. "Agar setiap individu maupun pemilik usaha di Indonesia membuka dan mengelola bisnis online secara mudah dan gratis serta memungkinkan pengalaman berbelanja yang lebih aman dan nyaman," kata Chief Executive Officer Tokopedia William Tanuwijaya kepada KONTAN melalui surat elektronik akhir pekan kemarin.

Sekadar menyegarkan ingatan, pada Oktober 2014 kemarin, Tokopedia menerima dana investasi dari SoftBank dan Sequoia Capital sebesar US$ 100 juta. Berbekal dana itu, tahun ini Tokopedia optimistis bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, menanamkan investasi teknologi dan meningkatkan edukasi pasar.

Dus, jika tak ada aral melintang, tahun ini Tokopedia bakal mengembangkan kawasan bisnis berskala kecil di luar Jakarta. Nantinya, semua proses industri dari pebisnis yang bergabung dengan Tokopedia bakal berada di kawasan itu. Konsepnya seperti Googleplex milik Google. Tokopedia akan mencuil 50% dari dana investasi SoftBank dan Sequoia Capital untuk mendanai rencana ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×