kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.890   8,00   0,05%
  • IDX 9.054   21,42   0,24%
  • KOMPAS100 1.252   4,36   0,35%
  • LQ45 888   5,67   0,64%
  • ISSI 330   -0,30   -0,09%
  • IDX30 452   2,75   0,61%
  • IDXHIDIV20 534   4,55   0,86%
  • IDX80 139   0,40   0,29%
  • IDXV30 147   0,48   0,33%
  • IDXQ30 145   1,17   0,81%

Produksi Toyota 95% di Indonesia


Senin, 03 Februari 2014 / 11:34 WIB
Produksi Toyota 95% di Indonesia
ILUSTRASI. Hingga Juni 2022, jumlah aset TBIG tercatat naik menjadi Rp 42,6 triliun dari Rp 41,8 triliun di akhir 2021. KONTAN/Baihaki/29/8/2022


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Toyota Motor Manufacturing Indonesia segera meresmikan pabrik ketiga khusus untuk memproduksi mesin semakin mengukuhkan komitmen Toyota di Indonesia. Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, Rahmat Samulo mengatakan, kini 95% mobil Toyota diproduksi di dalam negeri.

“Kalau sudah seperti itu, maka nantinya kita bisa jadi basis ekspor. Sekarang, Fortuner, Innova, Avanza, sudah diekspor, nantinya menyusul model lain,” ungkap Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, di sela gelaran Yaris Show Off, kemarin (2/2).

Pembangunan pabrik dikatakan menguntungkan buat Indonesia, tidak hanya membuka investasi, kesempatan kerja, dan peluang suplai produsen komponen. “Efek beruntunnya luar biasa. Keuntungan lain, kebutuhan barang akan mudah dipenuhi, sementara buat konsumen pengurusan surat-surat bisa lebih cepat. Selain itu Toyota bukan cuma jualan produk tapi juga pelayanan. Intinya membuat konsumen tidak khawatir menggunakan produk kami,” tambah Samulo.

Hanya Corolla, Camry, Alphard dan Land Cruiser yang tidak “made in Indonesia”. Hal tersebut dilandasi penjualan sebulan yang hanya mampu 200-300 unit, sementara Land Cruiser hanya sanggup 25 unit. Jumlahnya tersebut mewakili 5% dari sekitar 40.000 unit pemasaran mobil baru dalam negeri.

“95% produksi dalam negeri itu sudah luar biasa, angka itu terbilang ideal. Kita tidak hanya berhenti sampai disitu,” tukas Samulo. (Febri Ardani Saragih)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×