kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Toyota Astra Motor (TAM) Sambut Rencana Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi


Rabu, 21 Oktober 2026 / 21:09 WIB
Toyota Astra Motor (TAM) Sambut Rencana Perluasan Insentif Kendaraan Elektrifikasi
ILUSTRASI. Toyota meluncurkan New Land Cruiser 300 Hybrid EV dan New bZ4X Touring Battery EV (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyambut positif rencana pemerintah memperluas insentif kendaraan elektrifikasi. 

Kebijakan tersebut dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma mengatakan, upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan elektrifikasi sejalan dengan kebutuhan untuk menghadirkan pilihan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Pada prinsipnya, kami menyambut baik upaya pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan elektrifikasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara lebih luas,” kata Bansar kepada Kontan, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, semangat utama pemberian insentif adalah memberikan kesempatan bagi semakin banyak masyarakat untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Pilihan teknologi pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing konsumen.

Baca Juga: Toyota TMMIN Buka Peluang Ekspor Veloz Hybrid, Pasar Domestik Jadi Prioritas

Bansar mengatakan, semakin beragamnya pilihan model dan teknologi elektrifikasi di pasar dapat memperkuat upaya tersebut. Selain mendorong pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, kebijakan yang tepat juga diharapkan memberikan dampak terhadap keberlanjutan industri otomotif nasional.

“Dengan hadirnya berbagai pilihan model dan teknologi elektrifikasi, kami berharap kebijakan ini dapat semakin memperkuat semangat tersebut,” ujarnya.

Terkait bentuk insentif yang akan diberikan, Toyota menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dengan tetap mempertimbangkan masukan dari pelaku industri otomotif.

Menurut Bansar, pemerintah perlu terus membuka ruang diskusi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan insentif.

Lebih lanjut, ia menilai insentif fiskal maupun nonfiskal memiliki peran dan dampak yang berbeda. Keduanya diharapkan dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan pasar, produksi, hingga investasi industri otomotif nasional.

Baca Juga: Toyota Kaji Strategi Dongkrak TKDN Mobil Listrik bZ4X ke 60%

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong perluasan insentif otomotif. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), tetapi juga kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV).

Sarmuji mengatakan, pemerintah akan mengusulkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk kendaraan tersebut. Namun, skemanya tidak harus sama dengan insentif yang diberikan kepada BEV.

“Ya, kita akan usulkan fiskal dan nonfiskal. Meskipun tidak harus sama dengan BEV. Mungkin ya, yang penting ada insentif,” ujar Sarmuji. 

Baca Juga: Produksi Veloz Hybrid Toyota (TMMIN) Capai 15.737 Unit hingga Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×