kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah Terus Melemah, Toyota Astra Motor (TAM) Belum Kerek Harga Jual Mobil


Jumat, 22 Mei 2026 / 15:54 WIB
Rupiah Terus Melemah, Toyota Astra Motor (TAM) Belum Kerek Harga Jual Mobil
ILUSTRASI. Tekanan finansial bisa memicu kenaikan harga mobil Toyota di masa depan.


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan bahwa belum ada kenaikan harga jual mobil meski nilai tukar rupiah saat ini tengah berada di titik terendahnya.​

Public Relation & Motorsport PT Toyota-Astra Motor Philardi Sobari mengatakan bahwa penjualan mobil Toyota masih belum terkerek ketika kondisi ekonomi di Indonesia tengah tidak baik-baik saja.

"Hingga sekarang tidak terjadi kenaikan harga jual produk TAM yang diakibatkan oleh kondisi ekonomi terkini," ujar Philardi kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).

Philardi menyebutkan data penjualan wholesales mobil Toyota naik signifikan 42%. Tercatat, penjualan di bulan Maret mencapai 17 ribu unit, kemudian penjualan di bulan April 2026 mencapai 25 ribu unit. 

Baca Juga: Penjualan Toyota Tetap Tumbuh di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Kemudian data penjualan ritel, tercatat penjualan bulan April 2026 meningkat 18%. Philardi menyebut, penjualan bulan April 2026 terdapat 23.000 unit dibandingkan bulan Maret 2026 yang hanya 19.000 unit.

"Dimana salah satu pendorong utamanya adalah penjualan wholesales Veloz yang mulai terdistribusi normal ke pelanggan hingga mencapai lebih dari 3 ribu unit di bulan April," kata Philardi.

Namun, kata Philardi, dengan adanya hasil penjualan yang positif saat ini, fluktuasi kurs tetap menjadi salah satu tantangan utama di market otomotif nasional. 

Sebab, jika berlangsung lebih lama, kondisi ini tentu dapat memberikan tekanan terhadap finansial perusahaan maupun jaringan value chain lokal kami.

Baca Juga: Petani Sawit: Harga TBS Anjlok Usai Kebijakan Baru Ekspor CPO melalui DSI

"Saat ini, value chain Toyota Indonesia telah mencakup lebih dari 750 supplier Tier 1–3 dengan total tenaga kerja yang lebih dari 350 ribu pekerja lokal. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan manufaktur, Toyota dealer, dan seluruh value chain terkait agar langkah mitigasi ke depan dapat dilakukan secara tepat dan terukur," tutur Philardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×