kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.958   31,00   0,17%
  • IDX 5.827   -115,98   -1,95%
  • KOMPAS100 755   -15,23   -1,98%
  • LQ45 586   -8,48   -1,43%
  • ISSI 200   -5,44   -2,65%
  • IDX30 327   -4,06   -1,23%
  • IDXHIDIV20 421   -3,10   -0,73%
  • IDX80 87   -1,59   -1,80%
  • IDXV30 115   -1,07   -0,92%
  • IDXQ30 107   -0,89   -0,82%

Toyota Buka Peluang Produksi Avanza Hybrid di Indonesia


Kamis, 15 Oktober 2026 / 14:15 WIB
Toyota Buka Peluang Produksi Avanza Hybrid di Indonesia
ILUSTRASI. Kuliah Umum (DOK/TMMIN)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang memproduksi Avanza Hybrid di Indonesia. Namun, rencana tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena masih mempertimbangkan kesiapan sumber daya dan proses homologasi.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, permintaan kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) di pasar domestik terus menunjukkan tren positif. Saat ini, Toyota telah memproduksi tiga model hybrid secara lokal di fasilitas Karawang, Jawa Barat, yakni Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid, dan Yaris Cross Hybrid.

"Yang paling menarik itu model hybrid ya, naiknya cukup pesat. Tetapi sayangnya kami belum punya Avanza Hybrid. Mudah-mudahan lah, sesegera mungkin," ujar Nandi, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Anggota Komisi XII DPR: Keberhasilan Lifting Migas Diukur dari Tambahan Produksi

Menurut Nandi, Avanza dan Veloz memiliki basis kendaraan yang relatif serupa sehingga secara teknis pengembangan varian hybrid untuk Avanza memungkinkan. Namun, realisasinya membutuhkan tambahan proses homologasi dan dukungan sumber daya.

"Saat ini, sumber daya yang kami miliki masih terbatas untuk menjalankan homologasi tambahan tersebut, termasuk koordinasi dengan fasilitas di Thailand dan Jepang. Karena itu, fokus kami masih pada Veloz Hybrid," jelasnya.

TMMIN sebelumnya membuka peluang untuk mengekspor Veloz Hybrid yang diproduksi di Indonesia. Namun, pengembangan pasar ekspor masih menghadapi sejumlah kendala, terutama perbedaan spesifikasi kendaraan di masing-masing negara, termasuk posisi kemudi.

Nandi mengatakan, TMMIN tidak menutup peluang mengembangkan model hybrid lainnya, termasuk Avanza. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan pasar, kesiapan sumber daya, dan proses homologasi.

"Ke depan, kami tidak menutup kemungkinan mengembangkan model lain, termasuk Avanza Hybrid. Namun, langkah tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar, homologasi, dan kesiapan sumber daya," pungkasnya.

Sebagai gambaran, produksi Veloz Hybrid di Indonesia hingga akhir Agustus 2026 mencapai 15.737 unit. Sementara itu, pemesanan Veloz Hybrid di pasar domestik telah menembus lebih dari 19.000 unit sejak dibuka pada November 2025 hingga Agustus 2026.

Di sisi ekspor, Toyota juga mengandalkan sejumlah model yang diproduksi di Indonesia, seperti Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya atau Wigo. Avanza dan Veloz menjadi salah satu kontributor utama ekspor Toyota.

Secara keseluruhan, ekspor kendaraan Toyota meningkat 2,5% menjadi 223.696 unit pada Januari–September 2026 dari 218.162 unit pada periode yang sama tahun lalu. Volume tersebut setara sekitar 60,2% dari total ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) Indonesia.

Baca Juga: Pengembangan PLTN Perlu Diikuti Penguatan Industri dan Teknologi Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×