kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Transformasi Pupuk Indonesia Perkuat Pasokan Domestik dan Buka Peluang Ekspor Global


Senin, 06 April 2026 / 15:16 WIB
Transformasi Pupuk Indonesia Perkuat Pasokan Domestik dan Buka Peluang Ekspor Global
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat fondasi bisnisnya di tengah tekanan rantai pasok pupuk (Pupuk Indonesia/dok)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat fondasi bisnisnya di tengah tekanan rantai pasok pupuk global, dengan fokus utama menjaga pasokan dalam negeri sekaligus memanfaatkan peluang ekspor. 

Strategi ini menjadi kunci perusahaan dalam menopang ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas peran Indonesia di pasar global.

Di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi distribusi pupuk dunia, Indonesia berada pada posisi strategis sebagai salah satu produsen urea terbesar. 

Dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk 9,4 juta ton urea, Pupuk Indonesia memiliki daya tahan yang relatif kuat terhadap gangguan pasokan global.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama. "Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton untuk mendukung stabilitas pasar global," ujarnya dalam siaran pers seperit dikutip Senin (6/4/2026).

Kapasitas produksi yang besar tersebut ditopang oleh transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan, mulai dari perbaikan kebijakan subsidi hingga tata kelola distribusi dan pembiayaan. 

Pemerintah juga memperkuat langkah ini melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang diperbarui menjadi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang mendorong sistem distribusi lebih efektif dan skema pembiayaan lebih adaptif.

Perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi market-based mechanism (marked-to-market/MtM), serta dukungan pembayaran subsidi di muka, memberi ruang fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi perusahaan. 

Hal ini memungkinkan Pupuk Indonesia menjaga pasokan bahan baku sekaligus mempercepat program revitalisasi industri.

Dalam lima tahun ke depan, perusahaan menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik guna meningkatkan kapasitas sekaligus efisiensi produksi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing industri pupuk nasional di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Gandeng Produsen Pupuk di Asia Tenggara, Bentuk Asosiasi SEAFA

Transformasi tersebut juga berdampak langsung ke sektor pertanian. Penyaluran pupuk bersubsidi berhasil dilakukan tepat waktu sejak awal tahun selama dua tahun berturut-turut. 

Selain itu, penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20% pada 2025 turut mendorong peningkatan penyerapan pupuk subsidi hingga 31% pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menilai penguatan ini tidak hanya memperkokoh kapasitas nasional, tetapi juga membuka peluang Indonesia untuk berperan lebih besar dalam menjaga keseimbangan pasokan global, terutama saat banyak negara menghadapi keterbatasan pasokan pupuk.

Ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan industri yang semakin efisien, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pupuk lebih mudah diakses dan terjangkau bagi petani.

Adapun momentum transformasi ini bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-14 Pupuk Indonesia yang mengusung tema “Transform, Sustain, Empower”, sebagai refleksi komitmen perusahaan dalam memperkuat bisnis sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di RI, Kurangi Ketergantungan Impor

Peringatan HUT tahun ini juga merefleksikan langkah strategis perusahaan dalam menjaga pasokan domestik sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mendukung keseimbangan pasokan pupuk global.

Momentum ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok pupuk dunia, termasuk akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur distribusi global.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×