kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

KKP Siapkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Pesisir


Senin, 06 Juli 2026 / 19:57 WIB
KKP Siapkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Pesisir
ILUSTRASI. KKP siapkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih jadi pusat bisnis perikanan. Pembekalan teknis dan akses modal diberikan agar aset negara optimal. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mempersiapkan pengelola 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) agar mampu mengelola kawasan tersebut sebagai pusat bisnis perikanan yang produktif.

Langkah ini dilakukan dengan membekali puluhan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan kemampuan teknis, manajerial, hingga akses pembiayaan usaha.

Pembekalan yang digelar di Kantor KKP, Jakarta, pada awal Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya memastikan aset yang dibangun pemerintah dapat beroperasi secara optimal dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga: Ada 65 Wilayah, Ini Cara Cek Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Terdekat

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk mengubah desa-desa nelayan menjadi kawasan ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor perikanan.

Melalui berbagai fasilitas seperti cold storage, pabrik es, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan, pemerintah berharap rantai bisnis perikanan menjadi lebih efisien sehingga pendapatan nelayan ikut meningkat.

Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kemiskinan di wilayah pesisir.

"Aset yang dibangun adalah aset masyarakat untuk dimanfaatkan, dijaga, dan dipergunakan sebaik-baiknya," tegas Andy.

KKP menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan koperasi dalam mengelola aset secara profesional sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Machmud menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih harus berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir.

Baca Juga: KKP Gandeng Himbara Perluas Pembiayaan Kampung Nelayan Merah Putih

Salah satu contohnya adalah pemanfaatan gudang beku yang dapat menjaga mutu hasil tangkapan sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Tugas pengurus adalah mengoperasionalkan aset tersebut agar berputar menjadi profit yang menguntungkan seluruh anggota koperasi," ujar Machmud.

Untuk memperkuat kapasitas pengelola, KKP juga menghadirkan berbagai pihak dalam ekosistem usaha perikanan, mulai dari praktisi bisnis, perbankan Himbara, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, hingga narasumber yang membahas pengelolaan aset dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun pada 2026

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap koperasi pengelola mampu membangun model bisnis yang sehat, memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas, serta mengelola berbagai fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×