kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tren harga beras masih meningkat


Jumat, 08 Oktober 2010 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Salah satu kilang minyak milik Pertamina di Senipah


Reporter: Asnil Bambani Amri |



JAKARTA. Memasuki bulan Oktober, tren harga beras belum memperlihatkan gelagat penurunan. Direktur Utama Perum Bulog, Soetarto Alimoeso bilang, harga beras medium pada pekan I bulan ini sudah mencapai Rp 8.461 per kg atau naik 0,14% dari harga rata-rata September.

Tren kenaikan harga beras medium ikut terseret kenaikan harga beras premium. Padahal, pemerintah tidak memiliki instrumen untuk melakukan stabilisasi harga beras untuk beras premium.

Namun, harga beras termurah yang setara kualitasnya dengan beras milik Bulog sudah menujukan penurunan harga sebesar 0,33% menjadi Rp 6.715 per kg. Soaterto menjelaskan, penurunan harga beras termurah ini disebabkan oleh adanya penyaluran beras miskin. “Ternyata penyaluran beras miskin (raskin) efektif menurunkan harga,” kata Soetarto di Jakarta Jumat (8/10).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×