kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pasokan bertambah, harga beras internasional menciut


Jumat, 10 September 2010 / 16:58 WIB


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

MELBOURNE. Produksi beras Australia pada panen mendatang mungkin tiga kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Ini karena meningkatnya pasokan air.

Asosiasi Petani Australia memperkirakan produksi beras secara konservatif bisa mencapai 600.000 ton. Sementara, hasil panen tahun ini sebesar 205.000 ton.

Hujan telah mengisi ulang dama setelah setahun penuh kering. Stok air di selatan Murray Darling Basin, dimana padi tumbuh di Riverina, sudah mencapai 63% sejak 8 September lalu. "Pasokan air masih tetap rendah meski kami tahu bakal bertambah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Petani Australia Ruth Wade.

Akibat bertambahnya pasokan ini, harga beras di bursa berjangka Chicago turun menjadi sebesar US$ 11,885 per 100 pounds pada pukul 12.17 PM waktu Melbourne. Sebelumnya, harga beras sempat menyentuh level US$ 11,925 per 100 pounds.

Produksi beras Australia setiap tahun mencapai 1 juta ton. Sebanyak 600.000 ton diekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×