kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Turut Diperiksa Terkait Kasus Beras Oplosan, Begini Penjelasan Japfa Comfeed (JPFA)


Selasa, 15 Juli 2025 / 23:10 WIB
Turut Diperiksa Terkait Kasus Beras Oplosan, Begini Penjelasan Japfa Comfeed (JPFA)
ILUSTRASI. Sejumlah perusahaan besar yang memproduksi merek beras premium terseret dalam penemuan beras oplosan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – PROBOLINGGO. Sejumlah perusahaan besar yang memproduksi merek beras premium terseret dalam penemuan beras oplosan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), salah satunya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). 

Kabarnya, JAPFA turut diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri karena salah satu produk beras premiumnya yaitu merek Ayana yang diduga tidak memenuhi standar.

Menanggapi tudingan ini, Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya tegas menyebut kabar itu tak benar. 

"Itu salah, tidak benar," katanya saat ditemui Kontan di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (15/7). 

Baca Juga: Mentan Tegaskan Produsen Beras Oplosan Sudah Diperiksa Penegak Hukum

Namun, Rachmat menolak memberikan penjelasan lebih lanjut. 

Selain JAPFA, nama besar seperti Wilmar Group juga terseret. Wilmar merupakan perusahaan yang memproduksi beras merek Sania, Sovia, Fortune, dan Siip, merek-merek dalam daftar terduga beras oplos. 

Baca Juga: Inilah Merek-Merek yang Terseret Kasus Dugaan Beras Oplosan

Namun sampai berita ini ditayangkan, Wilmar belum menanggapi permintaan Kontan untuk mengonfirmasi kabar terkait.

Kementan baru-baru ini melakukan investigasi bersama tim pengawasan pangan ke berbagai wilayah. Dari investigasi ini, ditemukan terdapat 212 merek beras premium yang diduga dioplos dengan beras dengan kualitas lebih rendah.

Selain menimbulkan kerugian bagi masyarakat sebagai konsumen, Kementan menilai aksi ini juga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 99 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×