kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.979   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Uber belum ambil untung di indonesia


Sabtu, 21 November 2015 / 12:15 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Juru bicara Uber di Indonesia, Karun Arya, mengungkapkan pihaknya tidak mengambil untung dari setiap transaksi Uber sejak masuk ke Indonesia.

Semua hasil pendapatan yang dibayar konsumen seluruhnya untuk driver atau pemilik rental mobil yang bermitra dengan Uber.

"Sampai sekarang, kami tidak dapat uang. Tidak ambil bagian. Semuanya untuk driver. Tapi akan kami atur ke depannya ada pembagian, seperti 80% untuk driver, 20% untuk kami," kata Karun, Jumat (20/11).

Untuk di Indonesia, layanan Uber telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, dan Bali.

Keputusan untuk belum mengambil untung karena di Indonesia belum ada regulasi yang jelas mengenai bisnis mobile application.

Sementara itu, Karun melihat, pasar di Indonesia sudah mulai banyak yang tertarik dengan transaksi non tunai, seperti di Jakarta.

Transaksi non tunai ini diandalkan pihak Uber untuk menarik minat konsumen yang ingin mencoba pengalaman yang berbeda dari biasanya.

"Uniknya masyarakat di Indonesia, masih banyak yang terbiasa dengan transaksi secara tunai, membawa uang. Lewat Uber, kami terapkan transaksi non tunai dengan kartu kredit jadi ke mana-mana tidak perlu bawa uang dan tidak perlu takut diminta uang lebih sama driver," tutur Karun. (Andri Donnal Putera)

   
   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×