kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.858   -51,00   -0,30%
  • IDX 8.882   -110,53   -1,23%
  • KOMPAS100 1.228   -10,81   -0,87%
  • LQ45 870   -5,49   -0,63%
  • ISSI 327   -3,00   -0,91%
  • IDX30 446   -2,39   -0,53%
  • IDXHIDIV20 529   0,62   0,12%
  • IDX80 137   -1,20   -0,87%
  • IDXV30 147   0,32   0,22%
  • IDXQ30 144   0,03   0,02%

UNIDO Tetapkan IWIP Jadi Pilot Project Kawasan Industri Nikel Berkelanjutan


Jumat, 23 Januari 2026 / 09:58 WIB
Diperbarui Jumat, 23 Januari 2026 / 10:05 WIB
UNIDO Tetapkan IWIP Jadi Pilot Project Kawasan Industri Nikel Berkelanjutan
ILUSTRASI. Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP menjadi kawasan percontohan alias pilot project pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan (Dok/IWIP).


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menetapkan Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP sebagai kawasan percontohan alias pilot project pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan.

Penetapan ini merujuk pada Joint Declaration on the Sustainable Development of the Nickel Industry Chain yang disepakati oleh Tsingshan Holding Group dan UNIDO pada 24 November 2025 di Riyadh, Arab Saudi, bertepatan dengan Konferensi Umum UNIDO ke-21 dan Global Industry Summit.

Melalui kerja sama ini, Tsingshan, UNIDO, dan IWIP menargetkan peningkatan standar pengelolaan kawasan industri sekaligus mendorong integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) dalam pengelolaan kawasan industri.

Presiden Direktur PT IWIP Kevin He mengatakan, penetapan sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri. 

"IWIP berkomitmen mendukung prioritas nasional, yakni hilirisasi dan peningkatan nilai tambah serta penguatan kapasitas SDM, dengan
memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari praktik operasional," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1). 

Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan.

Baca Juga: IWIP Kembangkan Proyek Energi Hijau US$ 2 Miliar, Mencakup PLTS dan PLTB

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan kerjasama kemitraan ini, Tsingshan bersama UNIDO dan IWIP menggelar dialog pemangku kepentingan bertajuk Tsingshan-UNIDO Collaboration Conference on Industrial Parks for Sustainable Development. 

Konferensi berlangsung pada 14–15 Januari 2026 di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. 

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mitra industri, serta asosiasi industri, untuk membahas arah penguatan tata kelola kawasan industri nikel berkelanjutan.

Kemenperin menilai kemitraan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat agenda transformasi industri nasional dan kebijakan hilirisasi berbasis keberlanjutan.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing industri, tetapi juga memastikan bahwa pengembangan kawasan industri di Indonesia berjalan sejalan dengan prinsip ESG, perlindungan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kemenperin Bayu Fajar Nugroho.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Daerah, Nilai Kerjasama IWIP dan WBN dengan UMKM Lokal Rp 4,4 Triliun

Kerjasama Tsingshan-UNIDO–IWIP ini disusun dalam kerangka waktu tiga tahun dengan fokus pada peningkatan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kawasan industri. 

Dan, kongsi tersebut dijalankan melalui empat pilar utama: pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas industri, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan manajemen rantai pasok hijau.

Cakupan kegiatannya meliputi peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, penerapan produksi yang lebih bersih, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi hijau, penerapan standar internasional, serta pengurangan dampak lingkungan di sepanjang rantai nilai industri.

Dalam Kemitraan ini, UNIDO berperan memberikan pendampingan teknis dan penguatan kapasitas, sementara Tsingshan Holding Group mendukung implementasi di tingkat kawasan industri. 

Ke depan, harapannya, pengalaman dari pengembangan IWIP dapat menjadi contoh awal bagi pengembangan kawasan industri berkelanjutan di wilayah lain di Indonesia.

Selanjutnya: China Perkuat Panduan Nilai Tukar Yuan, Tembus Level Psikologis 7 per Dolar AS

Menarik Dibaca: 5 Karya Spektakuler Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second Tayang di Bioskop

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×