kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Usai diakuisisi, JBA Indonesia targetkan melelang 100.000 kendaraan


Jumat, 15 Februari 2019 / 21:23 WIB

Usai diakuisisi, JBA Indonesia targetkan melelang 100.000 kendaraan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melalui anak usahanya PT Adi Sarana Lelang (Bidwin), Jumat (15/2), meneken perjanjian jual beli saham untuk mengakuisisi 51% kepemilikan saham PT JBA Indonesia.

Usai akuisisi, JBA Indonesia yang merupakan perusahaan lelang otomotif ini menargetkan target penjualan sekitar 100.000 unit kendaraan selama 2019. Pada 2018, JBA menjual sekitar 80.000 unit mobil dan motor melalui lelang. Porsi penjualan dari kendaraan roda dua sekitar 60% dan 40% kendaraan roda empat.


"Kalau di 2018 penjualan mobil dan motor itu ada di angka 80.000. Jadi kita di 2019 memang memasang target optimistis ya karena kita gabung sekarang. Target kenaikan sekitar 25%," tutur Deny Gunawan COO JBA Indonesia di Kantor ASSA, Jakarta, Jumat (15/2).

Untuk mengejar target penjualan 100.000 unit kendaraan bermotor, JBA akan memanfaatkan sumber dari internal. Sumber internal ini berasal dari ASSA. ASSA sendiri bergerak di bisnis penyewaan kendaraan.

Kendaraan yang dijual dari ASSA rata-rata berumur empat tahun, dan akan dilelang melalui balai lelang JBA. Kemudian ada juga kendaraan yang akan disuplai dari perusahaan Jepang. Namun sebagian besar kendaraan lelang nantinya akan berasal dari pihak luar seperti bank dan perusahaan pembiayaan hasil penarikan kendaraan lantaran kreditnya macet.

Saat ini, lokasi balai lelang & pool kendaraan milik JBA sudah ada di 17 lokasi yang tersebar di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Makasar, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin dan lainnya. Rencananya JBA akan menambah sekitar empat titik layanan di Bali, Pontianak kemudian di Padang.

Segmen yang paling banyak dimasuki JBA sekarang ini ialah multifinance. Tahun ini, JBA tengah membidik perusahaan-perusahaan yang memiliki aset kendaraan sendiri.

"Strategi ke depannya untuk kami coba bidik di perusahaan-perusahaan yang punya aset sendiri, nah ini pasarnya cukup besar. Ini akan kami garap lebih intens," ungkap Deny.


Reporter: Lita Febriani
Editor: Komarul Hidayat

Video Pilihan


Close [X]
×