kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Vaksin Sinovac siap didistribusikan tahun depan, begini respon JAS Airport Service


Kamis, 10 Desember 2020 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Jasa kargo dan groundhandling PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services)


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services) mengatakan belum memiliki peran khusus dalam hal penanganan impor vaksin dari Sinovac.

Martha Lory, Corporate Communications JAS Airport Services mengemukakan saat ini semua bagian telah ditangani dengan baik oleh Pemerintah, mulai dari proses turun dari pesawat hingga dibawa ke Bandung.

"Pada dasarnya bisnis JAS juga bukanlah farmasi. Fokus layanan kami adalah ground & cargo handling. Oleh karena itu peran JAS sebagai Cargo Terminal Operator menjadi sangat signifikan karena kami adalah port awal (impor) dan terakhir (ekspor) dalam keseluruhan mata rantai logistik di bandar udara," jelas Martha saat dihubungi Kontan, Kamis (10/12).

Ia melanjutkan, dari sisi rencana investasi, JAS akan melakukan perluasan area pendingin tertutup, membuat jalur dingin untuk antrian produk farmasi, dan selimut thermal untuk menutup palet yang mengangkut produk farmasi.

Baca Juga: Peluang Bisnis Rantai Dingin Vaksin Corona (Covid-19)

JAS Airport Service juga belum mengeluarkan angka final sebab masih melalui tahapan diskusi internal. "Saat ini kami masih belum mendapat angka final dari vendor, nanti diupdate lagi," tambahnya.

Namun demikian, pihaknya percaya diri menjadi pihak yang paling siap untuk mendulang peluang ekspor impor produk farmasi lainnya. Saat ini, JAS Aiport Service berencana mendapatkan sertifinasi IATA CEIV Pharma.

"Di luar vaksin COVID-19, peluang ekspor impor perishable atau produk farmasi lainnya cukup besar, dan sejauh ini JAS yang paling siap untuk memenuhi standar di negara-negata tujuan. Kami sudah memiliki sertifikasi GDP (Good Distribution Practices) dari WHO sejak tahun 2014 dan saat ini JAS berupaya mendapatkan sertifikasi IATA CEIV Pharma," tutupnya.

Selanjutnya: Perkuat bisnis, JAS Airport tangani distribusi rantai dingin vaksin & produk farmasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×