Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten manufaktur kosmetik, PT Victoria Care Indonesia Tbk melihat industri personal care dan beauty masih memiliki prospek cukup baik pada 2026 di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan daya beli masyarakat.
Direktur Utama Victoria Care Indonesia, Sumardi Widjaja, mengungkapkan permintaan produk VICI saat ini relatif tetap terjaga karena produk-produk perusahaan sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Khususnya pada kategori produk dengan positioning yang kuat dan harga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ungkap Sumardi, kepada Kontan.co.id, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Capai Rp 1,2 Triliun di Kuartal I-2026
Ia melihat, konsumen saat ini cenderung lebih selektif dalam berbelanja, namun tetap memperhatikan kebutuhan perawatan diri, terutama untuk produk yang menawarkan value, kualitas, dan relevansi dengan gaya hidup mereka.
Untuk itu, perusahaan akan tetap fokus pada penguatan brand, inovasi produk, optimalisasi distribusi, serta menjaga efisiensi operasional agar tetap adaptif terhadap perubahan pasar dan kondisi ekonomi global.
Selain itu, Victoria Care juga terus memperkuat strategi digital dan engagement dengan konsumen untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Pada kuartal I-2026, VICI tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 363,1 miliar, tumbuh sekitar 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 324,5 miliar.
Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 26,3 miliar, turun 31% dari laba bersih kuartal I-2025 yang senilai Rp 38,06 miliar. Hal ini seiring dengan tantangan dari sisi margin dan kondisi pasar yang cukup kompetitif.
Baca Juga: Tiket.com Catat Pemesanan Tiket Transportasi Tumbuh Lebih dari 50% pada Awal 2026
“Perseroan melihat capaian ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk-produk VICI masih tetap terjaga,” tuturnya.
Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku serta fluktuasi nilai tukar rupiah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri FMCG dan personal care, termasuk Victoria Care.
Kondisi ini memberikan tekanan terhadap biaya produksi dan margin perusahaan, khususnya pada komponen bahan baku tertentu yang sensitif terhadap pergerakan kurs dan harga global.
Namun demikian, VICI terus melakukan berbagai langkah mitigasi, antara lain melalui efisiensi operasional, optimalisasi formulasi produk, pengelolaan persediaan bahan baku secara lebih adaptif, serta menjaga keseimbangan antara strategi pricing dan daya beli konsumen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













