kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Volume Ekspor Batubara Indonesia ke Eropa Meningkat Signifikan pada September 2022


Senin, 24 Oktober 2022 / 18:23 WIB
Volume Ekspor Batubara Indonesia ke Eropa Meningkat Signifikan pada September 2022
ILUSTRASI. Kementerian ESDM mencatat volume Ekspor Batubara Indonesia ke Eropa pada September 2022 Meningkat Signifikan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan adanya peningkatan volume ekspor batubara Indonesia ke Eropa pada September 2022 yang meningkat signifikan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Lana Saria mengungkapkan, volume ekspor batubara ke Eropa pada September mencapai 1,18 juta ton. Jumlah ini melonjak dari permintaan Agustus yang sebesar 574, 84 ribu ton.

"Peningkatan volume ekspor batubara bulan September mencapai dua kali lipat dari bulan Agustus untuk memenuhi permintaan Belanda, Italia dan Polandia," jelas Lana kepada Kontan, Senin (24/10).

Baca Juga: APBI Sebut Permintaan Batubara dari Pasar Eropa Meningkat

Lana melanjutkan, peningkatan volume turut mendorong peningkatan nilai ekspor batubara. Pada Agustus lalu, nilai ekspor batubara ke Eropa mencapai US$ 98,11 juta. Jumlah ini meningkat mencapai US$ 180,28 juta di September 2022. Secara khusus, ekspor batubara Indonesia ke Polandia untuk kurun Januari sampai September 2022 mencapai 1,4 juta ton.

"Polandia merupakan importir batubara Indonesia terbesar di Eropa," kata Lana.

Lana menjelaskan, penggunaan batubara di Eropa saat ini dipicu oleh tingginya harga gas serta terjadinya konflik Rusia-Ukraina.

Menurutnya, peningkatan permintaan batubara ke pasar eropa hanya bersifat jangka pendek saja. Salah satu penyebabnya yakni negara-negara Eropa umumnya telah meninggalkan penggunaan batubara sebagai sumber energi. Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengungkapkan adanya peningkatan permintaan dari pasar Eropa.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menjelaskan, peningkatan itu umumnya berasal dari sejumlah negara khususnya Polandia, Italia, Spanyol, Belanda, Yunani dan Jerman.

Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) Masih Fokus Penjualan pada Pasar Eksisting

Meski demikian, Hendra tak bisa memperkirakan lebih jauh potensi peningkatan permintaan dari pasar Eropa sampai tutup tahun ini.

"Masih akan ada ekspor ke Eropa didisa tahun ini," kata Hendra kepada Kontan, Minggu (23/10).

Hendra menjelaskan, pemenuhan batubara ke pasar Eropa dihadapkan pada tantangan kualitas batubara yang dibutuhkan serta kendala logistik. Sebelumnya, Hendra menjelaskan, permintaan dari Eropa untuk beberapa tahun ke depan dapat menjadi potensi pertumbuhan bagi pasar ekspor Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×