Reporter: Agung Hidayat | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) masih memegang target volume penjualan sekitar 130.000 ton baja pada tahun ini. Dengan dukungan para pelanggan loyal, mereka yakin bisa memenuhi target tersebut.
Selama kuarta I 2020, Saranacentral Bajatama menjual 29.000 ton baja atau tumbuh 38,09% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 21.000 ton baja. "Kami optimistis serapan produk baja akan terus menanjak hingga puncaknya di kuartal III nanti," tutur Handaja Susanto, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk kepada KONTAN, Senin (11/5).
Mengintip informasi dalam materi paparan publik tahun lalu, sejak tahun 2014 Saranacentral Bajatama memulai produksi baja lapis warna dengan produksi sebanyak 248,72 ton per bulan dari total kapasitas terpasang 5.000 ton per bulan pada saat itu. Adapun kini, mereka memproduksi tiga tipe baja lapis yakni galvanized coated steel (Saranagalvanized), zinc/aluminium coated steel (Saranalum) dan prepainted steel (Saranacolor).
Sementara itu sepanjang tahun lalu pendapatan usaha Saranacentral Bajatama turun 16,41% year on year (yoy) menjadi Rp 1,07 triliun. Produk Saranalum mendominasi lebih dari separuh total pendapatan usaha.
Berdasarkan geografis, penjualan di Jawa tercatat Rp 928,85 miliar atau 86,59% terhadap total pendapatan usaha. Sisanya adalah penjualan dari wilayah Sulwesi, Sumatra, Kalimantan dan Bali.
Beruntung, tahun lalu Saranacentral Bajatama mampu cuan Rp 1,11 miliar. Padahal pada tahun sebelumnya mereka merugi Rp 96,69 miliar. Strategi untung perusahaan itu antara lain menigkatkan kualitas efisiensi biaya produksi dengan fokus pada kualtas produk dan selisih kurs. "Kami lebih fokus pada produk-produk yang marginnya lebih baik," terang Handaja.
*Judul berita ini diubah karena ada kesalahan pencantuman kinerja BAJA. Dalam tulisan sebelumnya disebutkan kinerja keuangan BAJA kuartal I 2020. Sementara sebenarnya kinerja tersebut periode tahun 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













