kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,16   -0,18   -0.03%
  • EMAS909.000 -0,87%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.24%

Wali Kota Bitung: Kebijakan Susi Pudjiastuti bikin ekonomi daerah loyo


Rabu, 19 Februari 2020 / 04:16 WIB
Wali Kota Bitung: Kebijakan Susi Pudjiastuti bikin ekonomi daerah loyo

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BITUNG. Wali Kota Bitung Max J Lomban mengeluarkan uneg-unegnya soal kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya. Max bilang, kebijakan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti membuat ekonomi Bitung loyo. Padahal, ekonomi setempat bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Dia menjelaskan, ekonomi Bitung mampu tumbuh mencapai 7% pada 2014 namun turun drastis menjadi 3,56% pada 2015. Untuk meningkatkan ekonomi kembali, Kota Bitung akhirnya bergerak di sektor pariwisata sehingga mampu terdongkrak naik menjadi 6,7% pada 2019.

"Dulu ketergantungan kita di sektor perikanan, pertumbuhan ekonomi kita tumbuh 7,1%. Ketika anjlok 3,56% (karena sektor kelautan), kita bergerak dengan sektor pariwisata, sekarang jadi 6,7%," kata Max di Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Effendi Gazali menantang Susi diskusi terbuka soal polemik lobster

Max pun menargetkan pertumbuhan ekonomi 2 digit seandainya beberapa kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada masa Edhy Prabowo diubah. Pertumbuhan ekonomi 2 digit itu ditopang oleh sektor kelautan dan pariwisata. "Kalau perikanan kita tumbuh seperti yang lalu, dan pariwisata tumbuh, saya yakin perekonomian kita meningkat dua digit," terang Max.

Sebelumnya Wali Kota Bitung menyebut, kebijakan di masa Susi Pudjiastuti tidak sesuai dengan Kota Bitung yang pertumbuhan ekonomi salah satunya ditopang oleh sektor kelautan dan perikanan. "Karena regulasi itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi di kota Bitung," kata Max di Bitung, Sulawesi Utara, Senin (17/2/2020).

Baca Juga: Virus corona makin mengancam, pemerintah terus pantau dampak ke perekonomian

Hal tersebut, dia bilang, terlihat dengan adanya pabrik pengalengan ikan yang mati. Matinya pabrik disebabkan karena kurangnya pasokan ikan dari laut akibat beberapa kebijakan seperti lamanya perizinan kapal dan pelarangan bongkar muat (transhipment) di tengah laut.

Adapun saat ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebenarnya telah memangkas perizinan kapal dari yang sebelumnya berbulan-bulan menjadi hanya 1 jam.

Baca Juga: Memangfaatkan Kekayaan Laut Indonesia, Udang Menjadi Komoditas Bernilai Besar

Sementara itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya alasannya tersendiri mengambil kebijakan-kebijakan tersebut. Seperti kebijakan soal larangan bongkar muat misalnya, dia ingin memperkecil transaksi ilegal yang kerap terjadi di tengah laut, tak hanya hasil laut ilegal, tapi juga transaksi ilegal lain yang mengikutinya seperti penyelundupan senjata dan narkoba.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wali Kota Bitung Sebut Kebijakan Susi Pudjiastuti Bikin Ekonomi Daerah Loyo"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Erlangga Djumena

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×