kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.931   18,00   0,10%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Waze Indonesia mulai bidik pasar korporasi


Senin, 29 Juli 2019 / 22:16 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi navigasi Waze Indonesia kian serius untuk menggarap bisnisnya di Indonesia. Anak usaha Google Indonesia ini tak hanya ingin dikenal jadi jasa layanan peta online tapi juga masuk ke bisnis pasar periklanan di Indonesia.

Sejak didapuk menjadi Country Manager Waze Indonesia pada Januari 2018, Marlin R. Siahaan langsung ditargetkan oleh untuk mengenalkan prinsip Destination Marketing.

Menurutnya Waze membuka kesempatan untuk perusahaan (brand) untuk dapat mempromosikan produknya lewat aplikasi Waze.

"Saat orang berjalan menggunakan peta Waze maka ada peluang bagi perusahaan untuk mengiklankan produknya di aplikasi kami," kata Marlin kepada Kontan.co.id, Senin (29/7).

Baca Juga: Saat musim liburan, Indonesia catat perjalanan tertinggi di Waze

Untuk tarif iklan mirip seperti yang diterapkan oleh Instagram dan Facebook. Tarif Cost per mille (CPM) yakni sebesar Rp 13.000 per mille.

Ini merupakan salah satu cara Waze dan Google Indonesia untuk meningkatkan pendapatan termasuk membesarkan pengguna aplikasi Waze.

Ada tiga industri yang dibidik oleh Waze Indonesia. Yakni quick service restaurant, industri otomotif, dan juga SPBU. Saat ini contoh klien yang sudah bekerjasama seperti McDonalds Indonesia, Pizza Hut, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Pengguna Waze naik 26% pada musim mudik Lebaran




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×