kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.894   18,00   0,10%
  • IDX 6.340   71,99   1,15%
  • KOMPAS100 829   7,08   0,86%
  • LQ45 629   3,45   0,55%
  • ISSI 219   2,80   1,29%
  • IDX30 352   0,92   0,26%
  • IDXHIDIV20 427   -1,30   -0,30%
  • IDX80 95   0,78   0,84%
  • IDXV30 118   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 111   -0,09   -0,08%

WEHA Ekspansi ke Kendaraan Listrik, Daytrans Bidik 30 Unit EV Farizon SuperVan


Rabu, 12 Agustus 2026 / 14:42 WIB
WEHA Ekspansi ke Kendaraan Listrik, Daytrans Bidik 30 Unit EV Farizon SuperVan
ILUSTRASI. WEHA Ekspansi ke Kendaraan Listrik, Daytrans Bidik 30 Unit Shuttle EV Farizon SuperVan pada Akhir 20 (Dok/PT WEHA Transportasi Tbk (WEHA))


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT WEHA Transportasi Tbk (WEHA) melalui Daytrans melakukan ekspansi ke kendaraan listrik dengan menghadirkan shuttle electric vehicle (EV) Farizon SuperVan sebagai armada operasional antarkota Daytrans.

Direktur Utama WEHA, Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, pada tahap awal, perusahaan telah mengerahkan 8 unit EV Farizon SuperVan untuk rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon, masing-masing sebanyak 4 unit sejak Senin, 10 Agustus 2026.

"Kita mau coba dulu 8 unit pertama untuk melihat dulu dari sisi operasional, durabilitas, sparepart, hingga kebutuhan lainnya dari mobil ini," katanya kepada Kontan, usai press conference EV Farizon Daytrans di Lippo Mall Puri Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Jika ketahanan operasional kendaraan ini dinilai baik, Andrianto menyebut perusahaan menargetkan penambahan hingga 30 unit pada akhir tahun.

Adapun kedua rute tersebut dipilih lantaran Daytrans ingin menguji performa EV pada rute pendek maupun rute panjang, sekaligus melihat tingkat kecocokan kendaraan listrik terhadap karakteristik perjalanan tertentu.

Baca Juga: WEHA Transportasi Indonesia (WEHA) Raup Pendapatan Rp 168,7 Miliar di Semester I-2026

"Kita mau test dulu kalau kendaraan EV di long route kira-kira evaluasinya seperti apa, di short route itu seperti apa. Karena kan Jakarta-Semarang mungkin bisa 5 sampai 6 jam. Kalau ke Cilegon cuma 2 jam setengah," jelas Andrianto.

Selain itu, WEHA juga ingin mengukur tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk melihat apakah penggunaan kendaraan listrik pada rute panjang mampu memberi penghematan yang signifikan, atau justru sudah optimal diterapkan pada rute pendek.

Di samping itu, langkah ini juga disebut sebagai strategi diversifikasi di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi kenaikan harga minyak dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

"Untuk berjaga-jaga, kami diversifikasi ke EV, terutama apabila ada kenaikan harga solar subsidi atau pembatasan solar subsidi nantinya. Jadi, 8 hingga 10 unit pertama ini akan dipakai untuk evaluasi apakah bisa menjadi solusi kami untuk ke depan," imbuh Andrianto.

Menurut dia, keputusan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam upaya mengurangi emisi karbon dari industri transportasi.

Baca Juga: Strategi Weha Transportasi (WEHA) Bidik Pertumbuhan Kinerja hingga 8% pada 2026

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Daytrans, Yosepha Melani Darmawan menjelaskan, pihaknya melihat transformasi ini sebagai peluang untuk membangun model operasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ia menjelaskan, fitur dalam kendaraan listrik Farizon SuperVan ini berfokus pada keselamatan (safety) yang dilengkapi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dengan Automatic Emergency Braking, Intelligent Speed Assist, Adaptive Cruise Control, dan Rear Traffic Monitoring System.

"Kami tidak melihat elektrifikasi hanya dari sisi kendaraannya, tetapi juga bagaimana seluruh ekosistem disiapkan, mulai dari armada, operasional, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga pengalaman pelanggan," imbuh Yosepha.

Baca Juga: Strategi Weha Transportasi (WEHA) Sambut Lonjakan Penumpang pada Mudik Lebaran 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×