Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara IV(PTPN IV PalmCo) menjalin kerjasama dengan Kementerian Perdagangan yang dituangkan dalam sinergi pengembangan ekspor produk perkebunan melalui discovery comerce, InaExport.
Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan dan perluasan pasar ekspor sejumlah komoditas perkebunan yang dikelola perusahaan, antara lain kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir. Kerja sama juga mencakup kegiatan promosi dagang bersama.
Baca Juga: Dana Pengembangan Jalan Tol Kini Dikelola Balai Khusus, Ini Penjelasan PU
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, akses terhadap jaringan pasar internasional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perusahaan perkebunan yang berorientasi ekspor.
"Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport," kata Jatmiko, dalam keterangan resminya, Senin (28/9).
Menurut dia, integrasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan komoditas perkebunan dengan calon pembeli internasional yang telah terverifikasi. PTPN IV PalmCo juga akan memanfaatkan kerja sama promosi dagang dengan Kemendag untuk memperluas pasar ekspor.
Platform digital InaExport menjadi portal informasi perdagangan dan ekosistem layanan ekspor yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari pasar internasional.
Pengembangan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan 19 mitra yang berasal dari instansi pemerintah, badan usaha milik negara, perguruan tinggi, dan asosiasi industri di Jakarta, yang mana salah satu mitranya adalah PTPN IV PalmCo.
Kerjasama ini diarahkan untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan perkebunan berskala besar. InaExport yang selama ini lebih banyak menjadi sumber informasi perdagangan dikembangkan sebagai fasilitator transaksi bisnis ke bisnis (B2B).
Baca Juga: Pemerintah Targetkan 13,5 Km Jalan Tol pada 2027, Astra Infra Cermati Peluang Bisnis
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha Indonesia bukan semata-mata kemampuan menghasilkan produk, melainkan menemukan pasar yang sesuai di luar negeri.
"Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya," kata Budi.
Menurut dia, pengembangan InaExport mengadopsi konsep discovery commerce, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mempertemukan produk dengan calon pelanggan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pasar.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa pun juga menjabarkan akses terhadap jaringan pasar internasional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perusahaan perkebunan yang berorientasi ekspor.
"Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport," kata Jatmiko.
Integrasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan komoditas perkebunan dengan calon pembeli internasional yang telah terverifikasi. PTPN IV PalmCo juga akan memanfaatkan kerja sama promosi dagang dengan Kemendag untuk memperluas pasar ekspor.
Baca Juga: Pasar Properti Semakin Selektif, Linktown Perkuat Strategi Digital
"Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien," ujarnya.
PTPN IV merupakan entitas yang bertahan (surviving entity) setelah penggabungan sejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.
Lima Layanan InaExport
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan, transformasi InaExport mencakup lima layanan utama. Layanan tersebut meliputi asesmen kesiapan ekspor melalui fitur Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya melalui kalkulator ekspor, serta layanan inquiry untuk mempertemukan permintaan pembeli dengan eksportir.
Selain itu, platform tersebut menyediakan dashboard intelijen pasar serta integrasi dengan sejumlah layanan pendukung, seperti logistik dan pembiayaan.
Fajarini mengatakan penggunaan InaExport menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hingga September 2026, jumlah pengakses platform tersebut disebut mencapai 866.000, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun anggota yang telah terverifikasi mencapai sekitar 15.000.
Baca Juga: Komdigi Klaim Konektivitas Tembus 90%, 5G Digenjot dalam Tiga Tahun
"Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan agar data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dapat terhubung dalam satu pintu," kata Fajarini.
Kemendag menargetkan InaExport dapat beroperasi secara penuh atau go live pada 5 Oktober 2026.
Pengembangan platform tersebut diharapkan dapat membantu eksportir mengatasi sejumlah persoalan dalam pengembangan pasar luar negeri, seperti keterbatasan informasi pasar, pemenuhan regulasi, serta akses terhadap calon pembeli internasional.
"Bagi perusahaan perkebunan seperti PTPN IV PalmCo, integrasi layanan perdagangan dan promosi dalam satu ekosistem digital menjadi salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring pasar bagi komoditas perkebunan Indonesia," tandas JAtmiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













