kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45924,22   -11,30   -1.21%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wijaya Karya Bangunan (WEGE) Bidik Kontrak Baru Rp 5,07 Triliun di Tahun 2024


Senin, 19 Februari 2024 / 13:07 WIB
Wijaya Karya Bangunan (WEGE) Bidik Kontrak Baru Rp 5,07 Triliun di Tahun 2024
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memandang optimistis dan positif prospek bisnis tahun ini. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten infrastruktur pelat merah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memandang optimistis dan positif prospek bisnis tahun ini. 

Corporate Secretary PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Purba Yudha Tama memaparkan kepercayaan diri ini tergambar dari naiknya anggaran infrastruktur sebesar 6% menjadi Rp 423,4 triliun tahun ini.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan infrastruktur yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi, pelayanan dasar dan proyek strategis, pembangunan IKN, pemetaan dan penguatan akses yang mendukung digitalisasi dan mendorong partisipasi badan usaha dalam skema KPBU. 

"Ini dapat menjadi peluang WEGE dalam mengejar target proyek-proyek khususnya proyek pemerintah, khususnya proyek-proyek strategis, pembangunan IKN, dan pembangunan infrastruktur terkait digital menjadi peluang pasar bagi WEGE karena WEGE sudah memiliki pengalaman membangun infrastruktur atau bangunan tersebut," papar Yudha kepada Kontan, Senin (19/2). 

Baca Juga: Okupansi Bisnis Properti WIKA Gedung (WEGE) Diproyeksikan Naik Jelang Nataru

Ia melanjutkan, dari sisi bisnis konsesi, WEGE juga menargetkan Unsolicited KPBU terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Yudha menilai hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk sektor infrastruktur pada 2024. 

Melihat rencana dan prospek tersebut, WEGE tahun ini membidik target kontrak baru senilai Rp 5,07 triliun. Target kontrak baru tersebut direncanakan mayoritas berasal dari pemerintah sebesar 54,2%, BUMN/BUMD sebesar 26,7%, dan swasta sebesar 19,1%. 

Ia tak menampik bahwa proyek dari pemerintah akan menjadi target paling dominan pada 2024. Namun untuk sektor swasta pihaknya masih bergerak wait and see sebab tahun 2024 merupakan tahun politik.

"Untuk perolehan Januari ini 2024 ini, WEGE sudah mengantongi kontrak sebesar Rp 169,68 miliar yang terdiri dari Gedung BMKG InaTews dan Modular Office Keet," jelas Yudha.

Sementara untuk target laba bersih 2024, WEGE menargetkan bisa bertumbuh lebih dari 20% dari realisasi tahun 2023. WEGE belum menampilkan laporan keuangan tahun 2023.

Baca Juga: Hingga Oktober 2023, WEGE Raih Kontrak Baru Rp 3,3 Triliun

Lebih lanjut, capex untuk tahun ini direncanakan akan dialokasikan sebesar Rp 254,709 miliar yang terdiri dari Capital Employed (Pernyertaan Modal untuk skema KPBU, BOT) sebesar Rp 163,849 miliar, dan Investasi (Program transformasi digital, konstruksi 4.0, dan Net Zero Emission) sebesar Rp 90,860 miliar. 

"Rencana penggunaan capex tersebut tentunya akan mempertimbangkan kondisi kontruksi, kondisi ekonomi baik domestik dan global pada tahun 2024 ini," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×