kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Tren Edukasi Usia Dini Naik, Model Kemitraan Jadi Andalan Ekspansi Lembaga Pendidikan


Jumat, 27 Februari 2026 / 12:05 WIB
Tren Edukasi Usia Dini Naik, Model Kemitraan Jadi Andalan Ekspansi Lembaga Pendidikan
ILUSTRASI. SMARTKIDZ menghadirkan sistem kemitraan (DOK/Smartkidz)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pembelajaran sejak usia dini, tren bisnis pendidikan anak terus menunjukkan pertumbuhan.

Di tengah kompetisi yang kian ketat, pelaku usaha di sektor ini dituntut tidak hanya menawarkan program belajar menarik. Juga sistem operasional yang solid dan berkelanjutan agar mampu bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu pemain yang mengusung strategi tersebut adalah PT Cipta Anak Cerdas Indonesia.  Melalui brand Smartkidz, pemain ini mengembangkan model kemitraan pendidikan berbasis standar terstruktur.

Sejak berdiri pada 2010, perusahaan memilih membangun fondasi bisnis secara bertahap melalui kurikulum sistematis, prosedur operasional jelas, serta manajemen terpusat.

Pendekatan itu membuat ekspansi berjalan stabil. Hingga kini jaringan Smartkidz telah mencapai 41 cabang dengan ribuan siswa di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Ina Digital Jajaki Kolaborasi Lintas Negara di Bidang Digitalisasi Sektor Pendidikan

Pertumbuhan tersebut ditopang kepercayaan mitra yang menilai sistem perusahaan mampu memberikan dukungan menyeluruh. Mulai dari pelatihan tenaga pengajar, manajemen operasional, hingga pengembangan materi pembelajaran.

Model kemitraan yang diterapkan dirancang agar setiap unit usaha memiliki standar kualitas seragam sekaligus tetap adaptif terhadap kebutuhan pasar lokal. Hal ini dinilai menjadi nilai tambah bagi calon mitra yang ingin berinvestasi di sektor pendidikan anak dengan risiko terukur.

 "Keberhasilan bisnis pendidikan sangat bergantung pada kepercayaan orang tua serta kualitas hasil belajar anak," kata CEO PT Cipta Anak Cerdas Indonesia, Danang Tiasmoro, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2). 

Dalam ajang IFBC 2026, Smartkidz meraih dua penghargaan. Perusahaan menilai, pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi prospek bisnis pendidikan berbasis sistem kuat dan kolaborasi bersama mitra. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×