kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Wijaya Karya Beton (WTON) akan terdampak apabila belanja infrastruktur berkurang


Minggu, 29 Maret 2020 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memeriksa kondisi dan menghitung jumlah beton paku bumi di Pabrik Wika Beton, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ss/mes/14.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) fokus evakuasi karyawannya di lokasi-lokasi proyek yang telah menetapkan lockdown lokal.

Manajer Investor Relation Wijaya Karya Beton Yushadi menyebutkan seperti di Jayapura yang mana pemerintah daerah telah menetapkan lockdown. Akibat lockdown lokal tersebut, ia mengaku terjadinya penundaan pelaksanaan proyek di lapangan.

Baca Juga: Terdampak Corona, Wika Beton (WTON) Akan Menilik Ulang Agenda 2020

Walaupun begitu, pihaknya tak mempermasalahkan hal tersebut lantaran penanganan Covid-19 menjadi fokus utama bersama. "Karena ini yang memang masih menjadi fokus penanganan," ujarnya kepada  kontan.co.id , Jumat (27/3).

Menurutnya, dengan makin luasnya penyebaran Covid-19 pihaknya juga masih belum mendengar kabar pemerintah akan mengurangi belanja infrastruktur. Namun, ia tak memungkiri akan memberikan dampak apabila belanja infrastruktur pemerintah berkurang. "Tentu bakal ada dampaknya, meskipun belum kami hitung ulang termasuk terkait work from home yang diberlakukan terutama di kantor pusat," lanjutnya.

Baca Juga: Wijaya Karya Beton (WTON) kaji dampak wabah virus corona di rancangan kerja 2020

Berdasarkan data internal perseroan, sepanjang 2019 proyek infrastruktur menjadi kontributor utama dari total kontrak baru sebesar Rp 8,29 triliun. Adapun infrastruktur berkontribusi hingga 72,8%. Berdasarkan profil pelanggan, perusahaan swasta menjadi pelanggan terbesar dengan 37,7%. Kemudian oleh BUMN 34,1% dan terakhir dari WIKA Grup dengan 27,4%.

Sedangkan untuk proyek-proyek yang mana dananya berdasar dari pemerintah, Yushadi belum dapat menyebutkan lantaran tak memegang datanya. "Posisi kami sebagai sub, jadi tidak mendapat kerjaan langsung dari pemerintah. Namun, dari para pelanggan tersebut kami bisa telusuri sumber pendanaannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×