Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memasuki tahap penyelesaian akhir pre-commissioning dan commissioning Aviation Fuel Terminal (AFT) Kertajati di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.
Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai pada Februari 2027. Setelah fasilitas beroperasi, pengisian avtur ke pesawat yang saat ini masih menggunakan kendaraan refueler dapat lebih efisien melalui sistem hydrant terintegrasi.
Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Ngatemin, menyampaikan bahwa penyelesaian commissioning AFT Kertajati menjadi langkah penting agar fasilitas siap dioperasikan secara aman dan andal.
“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan commissioning dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem. AFT Kertajati diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan pengisian bahan bakar pesawat serta mendukung pengembangan Bandara Internasional Kertajati ke depan,” ujar Ngatemin, dalam keterangannya, pada Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Buka Peluang Ekspansi, Komodo Water Bangun Inovasi Energi Biru Terbarukan
Ia memaparkan, pekerjaan WIKA mencakup pemeriksaan, perbaikan, pengujian, dan verifikasi kesiapan seluruh fasilitas pengisian bahan bakar pesawat, agar terintegrasi dalam satu sistem penerimaan, penyimpanan, penyaluran, dan pengisian avtur.
Fasilitas utamanya meliputi fasilitas penerimaan bahan bakar, tangki timbun, pompa dan jaringan pipa hydrant menuju area apron, ruang katup, titik pengisian pesawat, serta ruang kendali dan kelistrikan.
Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 70%, dengan fokus pada penyelesaian fasilitas serta kalibrasi dan sertifikasi ulang peralatan ukur.
“Sebagian besar pengujian telah dilaksanakan, antara lain pemeriksaan kualitas avtur, pengujian peralatan dan sistem dalam kondisi operasi, serta pengujian fungsi keselamatan seperti alarm dan sistem penghentian darurat,” tuturnya.
Baca Juga: Utang Turun 20,8%, Waskita Karya (WSKT) Lanjutkan Pemulihan Keuangan
Kemudian, untuk menjaga keandalan dan keamanan, fasilitas ini dilengkapi sistem pengendali proses, sistem pengaman, dan penghentian darurat (Emergency Shutdown) yang terintegrasi.
“Karena pekerjaan menyesuaikan jadwal operasional bandara, koordinasi intensif dengan otoritas bandara terus dilakukan agar tidak mengganggu penerbangan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














